<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>As-Sunnah GeoFisika</title>
	<atom:link href="http://assunnahgf.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://assunnahgf.wordpress.com</link>
	<description>Barang Siapa Membenci Sunnahku, maka Dia Bukan Golonganku</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Dec 2010 07:06:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='assunnahgf.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/ed35912250d87dad2d34cfc79e644716?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>As-Sunnah GeoFisika</title>
		<link>http://assunnahgf.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://assunnahgf.wordpress.com/osd.xml" title="As-Sunnah GeoFisika" />
	<atom:link rel='hub' href='http://assunnahgf.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>NASEHAT UNTUK KAUM MUSLIMIN MENYAMBUT BULAN RAMADHAN</title>
		<link>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/25/nasehat-untuk-kaum-muslimin-menyambut-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/25/nasehat-untuk-kaum-muslimin-menyambut-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 06:50:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>As-Sunnah Geofisika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mutiara Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Puasa Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahgf.wordpress.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah (mufti agung Saudi ‘Arabia) Sesungguhnya aku menasehatkan kepada saudaraku-saudaraku kaum muslimin di mana pun berada terkait dengan masuknya bulan Ramadhan yang penuh barakah tahun 1413 H ini [1] dengan taqwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, berlomba-lomba dalam seluruh bentuk kebaikan, saling menasehati dengan al haq, dan bersabar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahgf.wordpress.com&amp;blog=10282412&amp;post=194&amp;subd=assunnahgf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah<br />
(mufti agung Saudi ‘Arabia)</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><br />
</strong></p>
<p>Sesungguhnya aku menasehatkan kepada saudaraku-saudaraku kaum muslimin di mana pun berada terkait dengan masuknya bulan Ramadhan yang penuh barakah tahun 1413 H ini <strong>[1]</strong> dengan taqwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, berlomba-lomba dalam seluruh bentuk kebaikan, saling menasehati dengan al haq, dan bersabar atasnya, at-ta’awun (saling membantu) di atas kebaikan dan taqwa, serta waspada dari semua perkara yang diharamkan Allah dan dari segala bentuk kemaksiatan di manapun berada. Terlebih lagi pada bulan Ramadhan yang mulia ini, karena ia adalah bulan yang agung.</p>
<p>Amalan-amalan shalih pada bulan itu dilipatgandakan (pahalanya), dosa dan kesalahan akan terampuni bagi siapa saja yang berpuasa dan mendirikannya (dengan amalan-amalan kebajikan) dengan penuh keimanan dan rasa harap (akan keutamaan dari-Nya), berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam</p>
<p><strong>مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.</strong></p>
<p>“Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan rasa harap, maka akan diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Al Bukhari 2014 dan Muslim 760)</p>
<p>Dan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam</p>
<p><strong>إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِيْنُ.</strong></p>
<p>Jika telah masuk bulan Ramadhan, pintu-pintu Al Jannah akan dibuka, pintu-pintu Jahannam akan ditutup, dan para syaitan akan dibelenggu. (HR. Al Bukhari 1899 dan Muslim 1079)</p>
<p>Dan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam :</p>
<p><strong>الصِّيَامُ جُنَّةٌ ، فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ : إِنِّيْ صَائِمٌ.</strong></p>
<p>Puasa itu adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah mengucapkan ucapan kotor, dan jangan pula bertindak bodoh, jika ada seseorang yang mencelanya atau mengganggunya, hendaklah mengucapkan: sesungguhnya aku sedang berpuasa. (HR. Al Bukhari 1904)<span id="more-194"></span></p>
<p>Dan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam</p>
<p><strong>يَقُوْلُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ، الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، إِلاَّ الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ، تَرَكَ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ وَشَرَابَهُ مِنْ أَجْلِيْ، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ، فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ، وَلَخُلُوْفُ فَمِ الصَّائِمِ عِنْدَ اللهِ أَطْيَبُ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ.</strong></p>
<p>Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: Semua amalan anak Adam untuknya, setiap satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya, kecuali puasa, sesungguhnya ia untuk-Ku, Aku yang akan membalasnya. Karena seorang yang berpuasa telah meninggalkan syahwat, makan, dan minumnya karena Aku. Bagi seorang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan: gembira ketika berbuka, dan gembira ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut seorang yang berpuasa itu di sisi Allah lebih wangi daripada minyak wangi misk. (HR. Al Bukhari 1904 dan Muslim 1151)</p>
<p>Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan kabar gembira kepada para shahabatnya dengan masuknya bulan Ramadhan. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepada mereka:</p>
<p><strong>أتاكم شهر رمضان شهر بركة، ينزل الله فيه الرحمة، ويحط الخطايا، ويستجيب الدعاء، ويباهي الله بكم ملائكته ، فأروا الله من أنفسكم خيرا ؛ فإن الشقي من حرم فيه رحمة الله<br />
</strong><br />
Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh barakah. Allah menurunkan padanya rahmah, menghapus kesalahan-kesalahan, mengabulkan do’a, dan Allah membanggakan kalian di hadapan para malaikat-Nya, maka perlihatkanlah kepada Allah kebaikan dari diri-diri kalian, sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang diharamkan padanya rahmat Allah. (Dalam Majma’ Az-Zawa`id Al-Haitsami menyebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dalam Al-Kabir)</p>
<p>Dan beliau ‘Alaihish Shalatu Wassalam bersabda</p>
<p><strong>من لم يدع قول الزور والعمل به والجهل ، فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه</strong></p>
<p>Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan yang haram dan mengamalkannya, ataupun bertindak bodoh, maka Allah tidak butuh dengan upaya dia dalam meninggalkan makan dan minumnya. (HR Al Bukhari dalam Shahihnya).</p>
<p>Hadits-hadits tentang keutamaan bulan Ramadhan dan dorongan untuk memperbanyak amalan di dalamnya sangatlah banyak.</p>
<p>Maka aku juga mewasiatkan kepada saudara-saudaraku kaum muslimin untuk istiqmah pada siang dan malam-malam bulan Ramadhan dan berlomba-lomba dalam segala bentuk amalan kebaikan, di antaranya adalah memperbanyak qira’ah (membaca) Al Qur’anul Karim disertai dengan tadabbur (upaya mengkajinya) dan ta’aqqul (upaya memahaminya), memperbanyak tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan istighfar, serta memohon kepada Allah Al Jannah, berlindung kepada-Nya dari An Nar, dan do’a-do’a kebaikan yang lainnya.</p>
<p>Sebagaimana aku wasiatkan juga kepada saudara-saudaraku untuk memperbanyak shadaqah, membantu para fakir miskin, peduli untuk mengeluarkan zakat dan menyalurkannya kepada yang berhak menerimanya, disertai juga dengan kepedulian untuk berdakwah ke jalan Allah subhanahu, memberikan pengajaran kepada orang jahil, dan melakukan amar ma’ruf nahi mungkar dengan cara yang lembut, hikmah, dan metode yang baik, disertai juga dengan sikap hati-hati dari segala bentuk kejelekan, dan senantiasa bertaubat dan istiqmah di atas al-haq dalam rangka mengamalkan firman-Nya subhanahu:</p>
<p><strong>وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ</strong></p>
<p>Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (An Nur: 31)</p>
<p>Dan firman-Nya ‘Azza wa Jalla :</p>
<p><strong>إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ . أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ</strong></p>
<p>Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Rabb kami adalah Allah, kemudian mereka tetap istioqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada pula berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni Al Jannah, mereka kekal di dalamnya, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (Al Ahqaf: 13-14)</p>
<p>Mudah-mudahan Allah memberikan taufiq bagi semuanya kepada perkara-perkara yang diridhai-Nya, dan mudah-mudahan Allah melindungi semuanya dari kesesatan (yang disebabkan) fitnah dan gangguan-gangguan setan. Sesungguhnya Dia Maha Dermawan lagi Maha Mulia.</p>
<p><strong>[1] </strong>Nasehat ini disampaikan pada 1413 H. namun karena isi nasehat ini tidak pernah kadaluwarsa dan senantiasa relevan maka kami tampilkan kembali meskipun sudah berlalu 7 tahun yang lalu</p>
<p>(Sumber <a href="http://www.assalafy.org/mahad/?p=335" target="_blank">http://www.assalafy.org/mahad/?p=335</a>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahgf.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahgf.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahgf.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahgf.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunnahgf.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunnahgf.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunnahgf.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunnahgf.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahgf.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahgf.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahgf.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahgf.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahgf.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahgf.wordpress.com/194/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahgf.wordpress.com&amp;blog=10282412&amp;post=194&amp;subd=assunnahgf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/25/nasehat-untuk-kaum-muslimin-menyambut-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afe98e76915646b0bc62eedd1092742c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irwanidrus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadits-hadits Palsu dan Lemah yang Sering Disebut di Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/25/hadits-hadits-palsu-dan-lemah-yang-sering-disebut-di-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/25/hadits-hadits-palsu-dan-lemah-yang-sering-disebut-di-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 06:08:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>As-Sunnah Geofisika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mutiara Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Puasa Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahgf.wordpress.com/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya segala pujian hanya bagi Allah, kami menyanjung-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, memohon ampunan kepada-Nya, dan kami juga berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami dan dari kejelekan amalan-amalan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka sungguh dia termasuk orang yang mendapatkan hidayah, dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahgf.wordpress.com&amp;blog=10282412&amp;post=189&amp;subd=assunnahgf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesungguhnya segala pujian hanya bagi Allah, kami menyanjung-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, memohon ampunan kepada-Nya, dan kami juga berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami dan dari kejelekan amalan-amalan kami.</p>
<p>Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka sungguh dia termasuk orang yang mendapatkan hidayah, dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang bisa memberikan petunjuk kepadanya.  Dan aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk diibadahi dengan benar kecuali Allah satu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya.</p>
<p>Adapun setelah itu,</p>
<p>bahwasanya sebaik-baik perkataan adalah Kalamullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa’ala alihi wasallam, dan bahwasanya sejelek-jelek perkara adalah segala sesuatu yang diadakan-adakan, dan segala sesuatu yang diada-adakan dalam agama ini adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat.</p>
<p>Kemudian setelah itu, ketahuilah bahwasanya perbuatan dusta atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan penyakit berbahaya dan sulit diobati yang telah menyebar (di tengah-tengah umat) seperti menyebarnya api pada tumbuhan yang kering. Pernyakit ini merupakan penjerumus ke dalam kebid’ahan, kesesatan, khurafat, menentang dalil, serta menyimpang dari jalan yang lurus dan jalan kaum mu’minin.</p>
<p>Berdusta atas nama nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga menyebabkan pelakunya pantas untuk mendapatkan ancaman berupa tempat duduk dari neraka.[1]  <span id="more-189"></span></p>
<p>Saudara pembaca sekalian, akan kami sebutkan untuk anda beberapa hadits yang dusta (palsu) atas nama nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan juga hadits dha’if (lemah) yang sering disebut pada bulan yang penuh barakah ini, dengan harapan agar anda berhati-hati darinya, tidak mencampuradukkan antara al-haq dengan al-bathil, dan agar urusan (agama) anda benar-benar di atas ilmu.</p>
<p><strong>HADITS PERTAMA</strong></p>
<p>لَوْ يَعْلَمُ الْعِبَادُ مَا فِي رَمَضَانَ لَتَمَنَّتْ أُمَّتِي أَنْ يَكُوْنَ السَّنَة كُلّهَا</p>
<p>“Kalau seandainya hamba-hamba itu tahu apa yang ada pada bulan Ramadhan (keutamaannya), maka niscaya umatku ini akan berangan-angan bahwa satu tahun itu adalah bulan Ramadhan seluruhnya.”</p>
<p>Hadits ini adalah hadits yang didustakan atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (palsu).  Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah di dalam Shahihnya [III/190], Abu Ya’la Al-Mushili di dalam Musnadnya [IX/180], dan selain keduanya.  Di dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama Jarir bin Ayyub. Tentang rawi yang satu ini, para ulama telah menjelaskan keadaannya, di antaranya:  Abu Nu’aim Al-Fadhl bin Dukain mengatakan bahwa dia suka memalsukan hadits.  Al-Bukhari, Abu Hatim, dan Abu Zur’ah mengatakan bahwa dia adalah Munkarul Hadits.  Ibnu Khuzaimah mengatakan: “Jika haditsnya shahih …”[2]  Ibnul Jauzi dalam kitabnya Al-Maudhu’at [II/103] dan juga Asy-Syaukani dalam Al-Fawa’id Al-Majmu’ah [hal. 74] menghukumi dia (Jarir bin Ayyub) adalah perawi yang suka memalsukan hadits -yakni pendusta-.  Lihat Lisanul Mizan [II/302] karya Ibnu Hajar.</p>
<p><strong>HADITS KEDUA</strong></p>
<p>رَجَبٌ شَهْرُ اللهِ وَشَعْبَانُ شَهْرِيْ وَرَمَضَانُ شَهْرُ أمَّتِي</p>
<p>“Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.”</p>
<p>Hadits ini adalah hadits yang didustakan atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (palsu).  Di dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama Abu Bakr An-Naqqasy. Tentang rawi yang satu ini, para ulama telah menjelaskan keadaannya, di antaranya:  Thalhah bin Muhammad Asy-Syahid mengatakan bahwa Abu Bakr An-Naqqasy suka memalsukan hadits, dan kebanyakannya tentang kisah-kisah.  Abul Qasim Al-Lalika’i mengatakan bahwa tafsir dari Abu Bakr An-Naqqasy justru akan mencelakakan hati, tidak menjadi obat bagi hati-hati ini.  Dan di dalamnya juga terdapat rawi yang bernama Al-Kisa’i yang dikatakan oleh Ibnul Jauzi sebagai rawi yang majhul (tidak dikenal).  Hadits ini diriwayatkan oleh Abul Fath bin Al-Fawaris di dalam Al-Amali dari Al-Hasan Al-Bashri secara mursal.  Al-Hafizh Al-’Iraqi mengatakan dalam Syarh At-Tirmidzi: “Ini adalah hadits dha’if jiddan (sangat lemah), dan dia termasuk hadits-hadits mursal yang diriwayatkan dari Al-Hasan (Al-Bashri), kami meriwayatkannya dari Kitab At-Targhib Wat Tarhib karya Al-Ashfahani, hadits-hadits mursal yang diriwayatkan dari Al-Hasan (Al-Bashri) tidak bernilai (shahih) menurut Ahlul Hadits, dan tidak ada satu hadits pun yang menyebutkan tentang keutamaan bulan Rajab.”  Ibnul Jauzi dalam kitabnya Al-Maudhu’at [II/117], Adz-Dzahabi dalam Tarikhul Islam [I/2990], dan Asy-Syaukani dalam Al-Fawa’id Al-Majmu’ah [hal. 95] menghukumi bahwa hadits ini adalah hadits palsu, didustakan atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.  Lihat Lisanul Mizan [VI/202] karya Ibnu Hajar.</p>
<p><strong>HADITS KETIGA </strong></p>
<p>يا أيها الناس انه قد أظلكم شهر عظيم شهر مبارك فيه ليلة خير من ألف شهر فرض الله صيامه وجعل قيام ليله تطوعا فمن تطوع فيه بخصلة من الخير كان كمن أدّى فريضة فما سواه … وهو شهر أوله رحمة وأوسطه مغفرة وآخره عتق من النار</p>
<p>“Wahai sekalian manusia, sungguh hampir datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh barakah, di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, Allah wajibkan untuk berpuasa pada bulan ini, dan Allah jadikan shalat pada malam harinya sebagai amalan yang sunnah, barangsiapa yang dengan rela melakukan kebajikan pada bulan itu, maka dia seperti menunaikan kewajiban pada selain bulan tersebut …, dan dia merupakan bulan yang awalnya adalah kasih sayang, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka.”</p>
<p>Hadits ini adalah hadits munkar, dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah di dalam Shahihnya [III/191], dan beliau mengatakan: “Jika haditsnya shahih.” Maksud ungkapan ini adalah bahwa Al-Hafizh Ibnu Khuzaimah ragu (tidak memastikan) penshahihan hadits ini karena derajat sanadnya yang rendah (tidak sampai derajat shahih), maka jangan ada seorangpun yang mengira bahwa hadits ini shahih menurut Ibnu Khuzaimah.  Lihat Tadribur Rawi [I/89] karya As-Suyuthi.  Hadits ini juga dikeluarkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman [III/305], Al-Harits bin Usamah dalam Musnadnya [I/412], dan yang lainnya.  Di dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama ‘Ali bin Zaid bin Jud’an yang dikatakan oleh para ulama, di antaranya:  Ibnu Khuzaimah mengatakan bahwa dia tidak bsa dijadikan hujjah karena jeleknya hafalan dia.  Al-Bukhari mengatakan bahwa dia tidak bisa dijadikan hujjah.  Di dalam sanadnya juga terdapat rawi yang bernama Iyas bin Abi Iyas yang dikatakan oleh para ulama, di antaranya:  Adz-Dzahabi mengatakan bahwa dia adalah rawi yang tidak dikenal.  Al-’Uqaili mengatakan bahwa dia adalah rawi yang majhul (tidak dikenal) dan haditsnya tidak mahfuzh (yakni syadz/ganjil).  Abu Hatim mengatakan: “Ini adalah hadits Munkar.” (Al-’Ilal karya Ibnu Abi Hatim [I/249]).  Lihat Lisanul Mizan [II/169] karya Ibnu Hajar, As-Siyar [V/207] karya Adz-Dzahabi, dan As-Silsilah Adh-Dha’ifah [II/262] karya Asy-Syaikh Al-Albani.</p>
<p><strong>HADITS KEEMPAT</strong></p>
<p>إذا كان أوَّل ليلة من شهر رمضان نظر الله إلى خلقِهِ الصيَّام فإذا نظر الله إلى عبدٍ لم يعذِّبْهُ أبدًا،ولله عزَّ وجَلَّ في كُلِّ يومٍ ألف عتيقٍ من النَّار</p>
<p>“Ketika malam pertama bulan Ramadhan, Allah melihat makhluknya, ketika Allah melihat kepada seorang hamba, maka Dia tidak akan mengadzabnya selamanya, dan Allah ‘azza wajalla pada setiap harinya memiliki seribu hamba yang dibebaskan dari neraka.”[3]</p>
<p>Hadits ini adalah hadits yang didustakan atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (palsu).  Di dalam sanadnya banyak rawi yang majhul (tidak dikenal) dan rawi yang dituduh berdusta yaitu ‘Utsman bin ‘Abdillah Al-Qurasyi Al-Umawi Asy-Syami yang dikatakan oleh para ulama di antaranya:  Al-Juzajani menyatakan bahwa dia adalah kadzdzab (pendusta), suka mencuri hadits.  Abu Mas’ud As-Sijzi menyatakan dia adalah kadzdzab.  Ibnul Jauzi di dalam Al-Maudhu’at [II/104], Ibnu ‘Arraq di dalam Tanzihusy Syari’ah [II/146], Asy-Syaukani di dalam Al-Fawa’id Al-Majmu’ah [hal. 85], dan yang lainnya menghukumi hadits ini sebagai hadits palsu, didustakan atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.  Lihat Lisanul Mizan [V/147] karya Ibnu Hajar.</p>
<p><strong>HADITS KELIMA</strong></p>
<p>صُوْمُوا تَصِحُّوا</p>
<p>“Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”</p>
<p>Ini adalah hadits dha’if, dikeluarkan oleh Al-’Uqaili dalam Adh-Dhu’afa’ [II/92], Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir [1190], dan selain mereka.  Di dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama Zuhair bin Muhammad At-Tamimi, riwayat penduduk negeri Syam dari dia adalah riwayat yang di dalamnya banyak riwayat munkar.  Dalam sanadnya yang lain, terdapat rawi yang bernama Nahsyal bin Sa’id, dan dia adalah rawi yang matruk (ditinggalkan haditsnya). Ishaq bin Rahuyah dan Abu Dawud Ath-Thayalisi menyatakan dia adalah rawi yang kadzdzab (pendusta). Di samping itu sanadnya juga terputus.  Dalam sanadnya yang lain juga terdapat rawi yang bernama Husain bin ‘Abdillah bin Dhamirah Al-Himyari yang dikatakan oleh para ulama di antaranya:  Al-Imam Malik menisbahkan dia sebagai rawi yang pendusta.  Ibnu Ma’in menyatakan bahwa dia adalah kadzdzab (pendusta), tidak ada nilainya sedikitpun.  Al-Bukhari menyatakan bahwa dia adalah munkarul hadits (kebanyakan haditsnya munkar).  Abu Zur’ah menyatakan bahwa dia adalah rawi yang tidak ada nilainya sedikitpun, hinakan haditsnya (yakni yang dia riwayatkan).”  Al-Hafizh Al-’Iraqi melemahkan sanadnya, dan Asy-Syaikh Al-Albani melemahkan hadits ini. [As-Silsilah Adh-Dha’ifah (253)].</p>
<p><strong>HADITS KEENAM</strong></p>
<p>أُعطِيت أمَّتِي خمس خِصالٍ في رمضان لم تُعطهنَّ أمَّةٌ قبلهم:خلوفُ فَمِ الصائم أطيبُ عند اللهِ من ريحِ المِسك،وتستغفرُ لهم الحِيتان حتي يُفطروا</p>
<p>“Umatku ini pada bulan Ramadhan diberi lima perangai yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya: (1) Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma misk,(2) Ikan-ikan memintakan ampun untuk mereka sampai berbuka …”</p>
<p>Ini adalah hadits dha’if jiddan (sangat lemah).  Dikeluarkan oleh Ahmad dalam Musnadnya [II/292, 310], Al-Harits bin Usamah dalam Musnadnya [I/410], dan selain keduanya.  Di salam sanadnya terdapat rawi yang bernama Hisyam bin Ziyad bin Abi Zaid yang dikatakan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar sebagai matrukul hadits (ditinggalkan haditnya).  Asy-Syaikh Al-Albani menghukumi hadits ini sebagai hadits dha’if jiddan (sangat lemah), sebagaimana dalam Dha’if At-Targhib Wat Tarhib [586].</p>
<p><strong>HADITS KETUJUH</strong></p>
<p><strong> </strong>إِنَّ شَهْرَ رَمَضَانَ مُعَلَّقٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ لاَ يُرْفَعُ إِلاَّ بِزَكَاةِ الْفِطْرِ</p>
<p>“Sesungguhnya bulan Ramadhan itu tergantung di antara langit dan bumi, tidaklah bisa diangkat kecuali dengan zakat fitrah.”</p>
<p>Ini adalah hadits dha’if.  Diriwayatkan oleh Ibnu Shishri di dalam Al-Amali dan bagian hadits ini hilang, juga diriwayatkan oleh Ibnu Syahin di dalam At-Targhib, dan Ibnul Jauzi di dalam Al-’Ilal Al-Mutanahiyah [II/499].  Di dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama Muhammad bin ‘Ubaid yang dikatakan oleh Ibnul JAuzi bahwa dia adalah majhul (tidak dikenal). Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan setelah menyebutkan hadits ini di dalam Lisanul Mizan [V/276]: “Dia adalah rawi yang tidak ada satupun yang mengikutinya.”  Asy-Syaikh Al-Albani mendha’ifkan hadits ini di dalam As-Silsilah Adh-Dha’ifah (43).  -Ditulis secara ringkas oleh Abu Zur’ah Sulaiman bin ‘Ali bin Syihab As-Salafy-.  Dan diterjemahkan secara ringkas[4] pula dari http://sahab.net/forums/showthread.php?t=380588 ditambah sedikit catatan kaki dari penerjemah.</p>
<p>Wallahu a’lam bish-shawab.</p>
<p>[1] Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:  مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّار  “Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya dia mempersiapkan tempat duduknya di neraka.” [Muttafaqun ‘Alaihi dari shahabat Abu Hurairah, Al-Mughirah bin Syu’bah, dan yang lainnya]</p>
<p>[2] Ungkapan seperti ini menunjukkan bahwa beliau tidak memastikan keshahihan hadits sebagaimana yang akan disebutkan dalam penjelasan hadits ketiga setelah ini. Wallahu a’lam.</p>
<p>[3] Demikian lafazh yang tercantum dalam sumber rujukan. Namun di dalam sebagian referensi, -dengan keterbatasan pengetahuan kami-, ditemukan ada perbedaan lafazh, yaitu tentang jumlah hamba yang dibebaskan dari neraka, di referensi tersebut disebutkan berjumlah satu juta. Wallahu a’lam.</p>
<p>[4] Sengaja bagian yang tidak kami terjemahkan adalah beberapa istilah muhadditsin atau istilah dalam ilmu hadits yang belum bisa kami terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan tepat. Tetapi insya Allah tidak akan mengubah isi dan substansi pembahasan. Wallahu a’lam.</p>
<p>http://www.assalafy.org/mahad/?p=533#more-533</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahgf.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahgf.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahgf.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahgf.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunnahgf.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunnahgf.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunnahgf.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunnahgf.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahgf.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahgf.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahgf.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahgf.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahgf.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahgf.wordpress.com/189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahgf.wordpress.com&amp;blog=10282412&amp;post=189&amp;subd=assunnahgf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/25/hadits-hadits-palsu-dan-lemah-yang-sering-disebut-di-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afe98e76915646b0bc62eedd1092742c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irwanidrus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meluruskan Shaf, Sunnah Yang Kian Ditinggalkan</title>
		<link>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/23/meluruskan-shaf-sunnah-yang-kian-ditinggalkan/</link>
		<comments>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/23/meluruskan-shaf-sunnah-yang-kian-ditinggalkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 15:02:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>As-Sunnah Geofisika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Shalat Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahgf.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Shalat merupakan ibadah mulia di sisiAllah . Selain ia sebagai rukun ke dua dari lima rukun Islam, ia punsebagai tolok ukur bagi amalan-amalan ibadah lainnya. Sehingga shalatmerupakan kewajiban yang harus ditunaikan setiap pribadi muslimdengan cara yang tepat sesuai tuntunan Rasulullah dengan memenuhisyarat-syaratnya, rukun-rukunnya, sunnah-sunnahnya, ataupunpenyempurna-penyempurnanya. Karena beliau bersabda: صَلُّواكَمَا رَأَيْتُمُوْنِيأُصَلِّي &#8220;Shalatlahsebagaimana kalian melihat aku shalat.&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahgf.wordpress.com&amp;blog=10282412&amp;post=184&amp;subd=assunnahgf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Shalat merupakan ibadah mulia di sisiAllah . Selain ia sebagai rukun  ke dua dari lima rukun Islam, ia punsebagai tolok ukur bagi  amalan-amalan ibadah lainnya. Sehingga shalatmerupakan kewajiban yang  harus ditunaikan setiap pribadi muslimdengan cara yang tepat sesuai  tuntunan Rasulullah dengan memenuhisyarat-syaratnya, rukun-rukunnya,  sunnah-sunnahnya, ataupunpenyempurna-penyempurnanya. Karena beliau  bersabda:</p>
<h1>صَلُّواكَمَا رَأَيْتُمُوْنِيأُصَلِّي</h1>
<p>&#8220;Shalatlahsebagaimana  kalian melihat aku shalat.&#8221;</p>
<p>Para pembaca, padakajian  kali ini, kita akan mengkaji pentingnya meluruskan shaf dalamshalat yang  kini kian dilalaikan sebagian besar kaum muslimin dandalam rangka  mengamalkan firman Allah (artinya):<br />
&#8220;Berikanlahperingatan, karena  sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagiorang-orang yang beriman.&#8221;  (Adz Dzaariyat: 55)</p>
<p><strong>KeutamaanMeluruskan Shaf</strong></p>
<p><strong>1. </strong> <em><strong>Allah dan para Malaikat-Nya bersholawatterhadap orang-orang  yang menyambung shaf yaitu yang meluruskan danmerapatkannya</strong></em>.<br />
Aisyah  t meriwayatkan dari Rasulullah , beliauberkata:</p>
<h1>إِنَّاللهَ  وَمَلاَئِكَتَهُيُصَلُّوْنَ عَلَىالَّذِيْنَ يَصِلُوْنَالصُّفُوْفَ  وَسَدَّفُرْجَةً رَفَعَهُاللهُ بِهَادَرَجَةً</h1>
<p>&#8220;SesungguhnyaAlloh  beserta malaikatnya bersholawat kepada orang-orang yangmenyambung shaf  dan barang siapa yang menutupi celah kosong niscayaAllah akan mengangkat  derajatnya.&#8221; (H.R Ahmad 4/269, Ibnu Majahno. 997, hadits ini shahih  karena adanya beberapa penguat/syawahid,lihat Ash Shahihah no. 2532  karya Asy Syaikh Al Albani)<span id="more-184"></span></p>
<p><em><strong>2.Mendapatkan balasan  yang sangat besar di sisi Allah .</strong></em></p>
<h1><strong>وَما مِنْخُطْوَةٍ  أَعْظَمُأَجرًا منْخُطْوَةٍ مَشَاهَارَجُلٌ إلىفُرْجَةٍ فيالصَّفِّ  فَسَدَّها</strong></h1>
<p>&#8220;Dan tidak ada satu langkah pun yang lebih besarbalasannya  (dari Allah) dari pada langkah seseorang yang mengisikekosongan pada  shaf kemudian menutupinya (merapatkannya).&#8221; (H.RAl Bazzar,lihat Ash  Shahihah no 1892 karya Asy Syaikh Al Albani)</p>
<h1><strong>مَنْ سَدَّفُرْجَةً  رَفَعَالله بِهَادَرَجَةً وُبُنِىَلَهُ بَيْتاًفِي الْجَنَّةِ</strong></h1>
<p>&#8220;Barangsiapa  yang menutup (memasuki) celah kosongdiantara shaf, maka Allah akan  meninggikan derajatnya danmembangunkan rumah baginya di al Jannah.&#8221; (H.R  At Thabrani dalamAl Ausath, lihat Shahih At-Targhib wat At-Tarhib no.  555 karya AsySyaikh Al Albani)</p>
<p><strong>Beberapa Sebab  Diperintahkannya MeluruskanShaf</strong></p>
<p><em><strong>1. Lurusnya Shaf  Termasuk bagian mendirikan danmenyempurnakan Shalat.</strong></em><br />
Di  dalam ayat-ayat Al Qur&#8217;an, tidaklahAllah memerintahkan shalat kepada  kaum muslimin kecuali selalumenggunakan lafadz (إِقَامَةُالصَّلاَةِ)  yang bermaknamenegakkan/mendirikan shalat. Seperti dalam kandungan  firman Allah:</p>
<h1>وَأَقِيْمُواالصَّلاَةَ</h1>
<p>&#8220;Dandirikanlah shalat&#8230;&#8221; (Al  Baqarah:43)</p>
<p>Dan ketahuilahbahwasanya meluruskan shaf itu  termasuk bagian dari mendirikanshalat. Rasulullah bersabda:</p>
<h1><strong>سَوُّواصُفُوْفَكُمْ  فَإِنَّتَسْوِيَةَ الصُّفُوْفِمِنْ إِقَامَةِالصَّلاَةِ</strong></h1>
<p>&#8220;Luruskanshaf-shaf  kalian, karena meluruskan shaf termasuk bagian darimendirikan shalat.&#8221;  (H.R Al Bukhari)<br />
Oleh karena itu,sesungguhnya perintah meluruskan  shaf merupakan perintah langsungdari Allah . Karena lurusnya shaf  termasuk bagian dari mendirikanshalat. Dalam riwayat yang lain  Rasulullah bersabda:</p>
<h1><strong>سَوُّواصُفُوْفَكُمْ فَإِنَّتَسْوِيَةَ  الصُّفُوْفِمن تَمَامِالصَّلاةِ</strong></h1>
<p>&#8220;Luruskanlahshaf-shaf kalian, karena  meluruskan shaf termasuk dari menyempurnakanshalat.&#8221; (H.R Muslim)<br />
Sehingga  meluruskan shaf juga sebagaipenyempurna shalat, yaitu tidaklah shalat  itu sempurna kecuali bilashaf-shaf telah lurus.</p>
<p><em><strong>2.  Menjaga ukhuwah dan persatuan kaummuslimin.</strong></em><br />
Shaf-shaf  yang lurus dan rapat, yaitu denganmenempelkan kaki seseorang dengan kaki  yang lainnya dan bahu satudengan bahu yang lainya, merupakan bukti  terjalinnya ukhuwah diantarakaum muslimin dan sirnanya kesenjangan  status sesama mereka. Bagaikanbangunan antara bagian satu dengan yang  lainnya saling terkait danmenguatkan. Kalau sekiranya, dalam ibadah  shalat berjama&#8217;ah saja yangmerupakan ibadah mulia di hadapan Allah ,  mereka merasa risih danenggan untuk merapatkan kaki-kaki dan bahu-bahu  mereka, bagaimanakeadaan mereka bila di luar ibadah shalat berjama&#8217;ah?  Inilah salahsatu hikmah yang sangat agung dari sunnah Rasulullah .</p>
<p><em><strong>3.  TempatKosong (Celah) Diantara Shaf-Shaf Adalah Sarang Syaithon.</strong></em><br />
Parapembaca,  ketahuilah sesungguhnya syaithon menempati celah kosongdiantara  shaf-shaf untuk menghembuskan racun-racun perselisihan danperpecahan ke  dalam hati-hati kaum muslimin. Rasulullah bersabda:</p>
<h1>أَقِيْمُوْاالصُّفُوْفَ  وَحَاذُوْا بَيْنَالمَنَاكِبِ وَسُدُّوْا الخَلَلَولِيْنُوْا  بِأَيْدِيإِخْوَانِكُمْ وَلاَتَذَرُوْافُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ,وَ  مَنْوَصَّلَ صَفًّاوَصَّلَهُ اللهوَ مَنْقَطَعَ صَفًّاقَطَعَهُ الله</h1>
<p>&#8220;Luruskanlah  shaf-shaf kalian, jadikanlah sejajardiantara bahu-bahu kalian, tutuplah  celah yang kosong, bersikaplunaklah terhadap tangan saudara-saudara  kalian dan jangan kalianmeninggalkan sedikitpun celah-celah bagi  syaithan. Barang siapa yangmenyambung shaf maka Allah akan menyambungnya  dan barang siapa yangmemutuskan shaf maka Allah akan memutuskannya.&#8221;  (HR Abu Dawudno.666 dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani)</p>
<p><strong>Hukum  Meluruskan Shaf</strong></p>
<p>Merupakan sunnah (tuntunan) Rasulullah  setiapakan mengimami shalat, beliau menghadap kepada makmum (yakni  parasahabatnya) seraya berkata:</p>
<h1>أَ<strong>قِيْمُواالصُّفُوْفَ (ثَلاَثًا)،  وَاللهِ لَتُقِيْمُنَّصُفُوْفَكُمْ أَوْلَيُخَالِفَنَّ اللهُبَيْنَ  قُلُوبِكُمْ</strong></h1>
<p>&#8220;Tegakkanlah (luruskanlah) shaf-shaf kalian (3 kali).Demi  Allah sungguh hendaknya kalian luruskan shaf-shaf atau (kalautidak)  niscaya Allah benar-benar akan mencerai beraikan hati-hatikalian.&#8221; (H.R  Abu Dawud no. 662, Ahmad 4/276)</p>
<p>Para pembaca,di dalam hadits  ini terdapat dua perkara yang sangat penting untuk kita cermati:<br />
<em><strong>1.  Kewajiban meluruskan shaf adalah perintahRasulullah.</strong></em> Secara kaidah ushul (pokok) yang telah disepakati olehpara ulama bahwa  seluruh perintah dari Rasulullah hukumnya adalahwajib untuk ditaati dan  haram untuk dilanggar. Allah berfirman:<br />
&#8220;Dansegala yang datang dari  Ar Rasul (baik dari perkataan, perbuatan,ataupun persetujuan), maka  laksankanlah.&#8221;(Al Hasyr: 7)</p>
<p><em><strong>2.Adanya ancaman keras  dari Rasulullah terhadap siapa saja yangmengabaikan perintah meluruskan  shaf, yaitu akan ditimpakanperselisihan dan perpecahan di barisan kaum  muslimin.</strong></em><br />
Peringatankeras dari Rasulullah dan disertai  akibat yang parah bagi siapa sajayang menyelisihinya, menguatkan bahwa  perintah meluruskan shaf adalahwajib. Terlebih lagi shaf yang tidak  lurus atau rapat merupakanpenyebab perpecahan umat yang sangat jelas  dilarang oleh Allah danRasulnya .</p>
<p>Al Imam Al Bukhari dalam  kitab shahihnya mengemukakanbahwa hukum bagi orang yang tidak  menyempurnakan shaf adalah berdosa.Kemudian Al Hafizh Ibnu Hajar  mengomentari pendapat beliau diatasseraya berkata: &#8220;Al Imam Al Bukhari  berpendapat meluruskan shafadalah wajib. (Pertama) karena konteks  haditsnya berbentuk perintah,(kedua) masuk dalam keumuman sabda  Rasulullah : &#8220;Shalatlahkalian sebagaimana kalian melihat aku shalat&#8221;,  dan (ketiga)adanya ancaman keras terhadap orang orang yang  melalaikannya.&#8221;(Fathul Bari 2/210)</p>
<p><strong>Cara  Meluruskan Shaf</strong></p>
<p>Berikut ini akankami paparkan cara  meluruskan dan merapatkan shaf sebagaimana yangterkandung di dalam  hadits-hadits yang shahih, diantaranya:</p>
<p>1.Hadits Anas bin  Malik t dari nabi beliau bersabda:</p>
<h1>أَقِيْمُوُاصُفَوْفَكُمْ  فَإِنِّيأَرَاكُمْ وَرَاَءظَهْرِي وَكَانَأَحُدُنَا يُلْزِقُمَنْكِبَهُ  بِمَنْكِبِصَاحِِِبِهِ وَقَدَمَهُبِقَدَمِهِ.</h1>
<p>&#8220;Luruskanlahshaf-shaf  kalian karena sesungguhnya aku melihat kalian dari belakangpunggungku.  (Anas berkata) Maka salah seorang diantara kamimenempelkan bahunya  dengan bahu kawannya dan kakinya dengan kakikawannya. (HR Al Bukhari  no.725)</p>
<p>2. Hadits Ibnu Umar t dari Nabibeliau bersabda  (artinya):<br />
&#8220;Luruskanlah shaf-shaf kalian,jadikanlah sejajar diantara  bahu-bahu kalian, tutuplah celah yangkosong, lunaklah terhadap tangan  saudara-saudara kalian dan jangankalian meninggalkan sedikitpun  celah-celah bagi syaithan. Barangsiapa yang menyambung shaf maka Allah  akan menyambung dia dan barangsiapa yang memutuskan shaf maka Allah akan  memutuskan dia.&#8221; (HRAbu Dawud no.666 dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al  Albani)</p>
<p>3.Hadits Nu&#8217;man bin Basyir dari Nabi beliau bersabda:</p>
<h1>أَقِيْمُواالصُّفُوْفَ  (ثَلاَثًا)، وَاللهِ لَتُقِيْمُنَّصُفُوْفَكُمْ أَوْلَيُخَالِفَنَّ  اللهُبَيْنَ قُلُوبِكُمْ.قال :فَرَأَيْتُالرَّجُلَ يُلْصِقُمَنْكِبَهُ  بِمَنْكِبِصَاحِبِهِ وَرُكْبَتَهُِبِرُكْبَةِ صَاحِبِهِوكَعْبَهِ  بِكَعْبِهِ</h1>
<p>&#8220;Luruskanlah shaf-shaf kalian (sebanyak tiga kali),demi  Allah hendaknya benar-benarlah kalian meluruskan shaf-shaf atauAllah  akan menjadikan hati-hati kalian bercerai berai. Nu&#8217;manberkata: Maka aku  melihat seseorang (dari kami) menempelkan bahunyadengan bahu kawannya,  lututnya dengan lutut kawannya dan mata kakidengan mata kaki kawannya.&#8221;  (HR. Abu Dawud no.66, Ibnu Hibbanno.396, Ahmad 4/272 dan Ash Shahihah  no.32)</p>
<p>Dari hadits-hadits diatas dapat kita simpulkan bahwa  cara meluruskan dan merapatkan shafyaitu:<br />
<em><strong>1. Membuat shaf  menjadi lurus, tidak maju atau tidakmundur.</strong></em> Al Imam Ibnul  Qoyyim berkata: &#8220;yaitu setiap orangmenjadikan bahunya sejajar dengan  bahu lainnya. Hingga bahu-bahu,leher-leher dan kaki-kaki dalam keadaan  sejajar.&#8221; (&#8216;AunulMa&#8217;bud, 2/365)</p>
<p><strong><em>2. Menutup celah  kosong dengan menempelkan bahudengan bahu, lutut dengan lutut, mata kaki  dengan mata kaki.</em></strong></p>
<p><em><strong>3.Bersikap lunak  dengan tangan saudara saudaranya</strong></em>. Al Imam Abu  Dawudberkata: (yang maknanya) &#8220;Bersikap lunaklah terhadap tangansaudara  saudara kalian yaitu apabila datang seseorang menuju shaf  danmemasukinya, maka sepantasnya setiap orang melunakkan bahunyasehingga  ia dapat memasuki shaf tersebut. (&#8216;Aunul Ma&#8217;bud 2/366).</p>
<p><strong>Kewajiban  Imam Agar Senantiasa Memperhatikan Shaf-Shaf Ma&#8217;mum</strong></p>
<p>Para  pembaca yang kami muliakan, coba lihatlah bagaimanaRasulullah sebagai  uswatun hasanah sangat perhatian sekali terhadaplurus dan rapatnya shaf?<br />
Al  Imam muslim dalam kitab Shahihnya no.128 meriwayatkan dari sahabat  Nu&#8217;man bin Basyir t, beliau berkata:&#8221;Kebiasaan Rasulullah Meluruskan  shaf-shaf kami, sampai beliauMeluruskan shaf bagaikan lurusnya anak  panah.&#8221;(Dalam riwayatlain Rasulullah baru memulai shalat, bila shaf-shaf  dalam keadaantelah lurus, lihat Sunan Abu Dawud no. 661)</p>
<p>Dari  sahabat AlBarra&#8217; bin Azib, beliau berkata:&#8221; Rasulullah ketika akan  shalatmemasuki shaf dari satu sisi ke sisi yang lainnya, sambil  meratakandada-dada dan bahu-bahu kami dan beliau berkata: &#8216;Janganlah  kalianberselisih niscaya hati-hati kalian akan berselisih.&#8221; (HR.  AbuDawud, An Nasa&#8217;i, lihat Shahih at Targhib wat Tarhib no. 512 karyaAsy  Syaikh Al Albani)</p>
<p>Demikian pula Al Khulafa&#8217;ur Rasyidin  sangatperhatian sekali dalam masalah ini, sampai mereka mengutus  beberapawakil untuk meluruskan dan merapatkan shaf. Mereka tidak akan  memulaishalat hingga wakil-wakil tersebut memberitahukan bahwa  shaf-shaftelah lurus.<br />
Al Imam At Tirmidzi dalam kitab Al  Jami&#8217;meriwayatkan, bahwa Umar Ibnul Khathab t menunjuk beberapa  wakilnyayang bertugas merapikan dan meluruskan shaf. Beliau t tidak  akanmemulai shalat sampai para wakil tersebut mengkhabarkan  bahwashaf-shaf telah lurus dan rapat, dan pada saat itu disaksikan  parasahabat Nabi , diantaranya Ali dan Utsman. Ali t di saat itu  pulaturut terjun untuk merapikan shaf sambil berkata: &#8220;Maju wahaifulan,  mundur wahai fulan&#8221;. (Lihat Jamiut Tirmidzi 1/439, AlMuwatha&#8217; 1/173 dan  dalam Al Muwatho&#8217; 1/423 bahwa Utsman bin Affanjuga menunjuk beberapa  wakil untuk Meluruskan shaf dan tidak akandimulai shalat hingga mereka  mengkhabarkan bahwa shaf-shaf telahlurus dan rapat)</p>
<p><strong>Beberapa  Masalah Penting:</strong></p>
<p><em><strong>1. Apabila duaorang shalat  berjama&#8217;ah dan salah seorang mengimami yang lainnya,maka posisi shaf  adalah sejajar dengan menempelkan bahu dengan bahumata kaki dengan mata  kaki di antara keduanya</strong></em>. Sebagaimana haditsIbnu Abbas t  beliau berkata:</p>
<h1>&#8220;بتُّفِي بَيْتِخَالَتِي مَيْمُوْنَةَفَصَلَّى  رَسولُالله العِشَاءَثُمَّ جَاءَفَصَلّى أَرْبَعَرَكَعاَتٍ ثُمَّناَمَ  ثُمَّقاَمَ فَجِئْتُ(وَفِيرِوَايَة : فَقُمْتُإِلَى جَنْبِهِ)عَنْ  يسَارِهِفَجَعَلَنِيْ عَنْيَمِيْنِهِ</h1>
<p>&#8220;Akubermalam dirumah bibiku  (yaitu) Maimunah, ketika itu Rasulullahshalat isya&#8217; kemudian beliau  pulang ke rumah dan shalat empat rakaat,kemudian tidur. Setelah itu  beliau bangun untuk shalat maka aku punberdiri disamping kirinya  kemudian beliau memindahkan aku ke sampingkanannya&#8221;. (HR Al Bukhari  no.697)</p>
<p>Al Imam Al Bukharimenjadikan hadits diatas sebagai  dalil bahwa posisi dua orang yangshalat berjama&#8217;ah adalah sejajar. Al  Hafizh Ibnu Hajar menerangkanbahwa makna sejajar yaitu tidak maju dan  tidak mundur, berdasarkankonteks dhohir hadits Ibnu Abbas: فَقُمْتُإِلَى  جَنْبِهِ)).(Lihat Fathul Bari hadits no. 697)</p>
<p><em><strong>2.  Bila ada seseorang inginshalat jama&#8217;ah ternyata dia tidak mendapatkan  shaf lagi, maka baginyamembuat shaf dibelakangnya walaupun sendirian.</strong></em><br />
Adapun  hadits yangmengkhabarkan bahwa Rasulullah pernah melihat seseorang  shalatsendirian dibelakang shaf, maka beliau memerintahkan dia  untukmengulangi shalatnya. (HR Abu Dawud dan dishahihkan oleh Asy  SyaikhAl Albany dalam shahih Abu Dawud no.633) Larangan hadits ini  berlakubagi mereka yang mendapatkan shaf dalam keadaan lowong dan masih  adakemungkinan untuk masuk padanya. Sementara bagi mereka yang  tidakmenjumpai celah yang kosong sama sekali pada shaf, maka dia  bolehshalat sendirian dibelakang karena termasuk orang yang  mendapatkanudzur (keringanan). Dan tidak diperbolehkan baginya untuk  menarikseseorang yang ada di shaf depannya dalam rangka mengamalkan  haditsyang diriwayatkan oleh Ath Thabrani :</p>
<h1>إِذَاانْتَهَى  أَحُدُكُمْإِلَى الصَّفِوَقَدْ تَمَّفَلْيَجْذِبْ إِلَيْهِرَجُلاً  يُقِيِمُهإِلَىجَنْبِهِ</h1>
<p>&#8220;Bilaseseorang diantara kalian mendapati shaf  yang telah sempurna, makahendaklah dia menarik seseorang hingga berdiri  disebelahnya.&#8221;Karena Hadits ini adalah dha&#8217;if (lemah) sehingga tidak  bolehdijadikan sandaran dalam beramal. ( lihat Silsilah Adh Dha&#8217;ifah  no.921 karya Asy Syaikh Al Albani)</p>
<p>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/23/meluruskan-shaf-sunnah-yang-kian-ditinggalkan/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahgf.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahgf.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahgf.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahgf.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunnahgf.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunnahgf.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunnahgf.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunnahgf.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahgf.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahgf.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahgf.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahgf.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahgf.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahgf.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahgf.wordpress.com&amp;blog=10282412&amp;post=184&amp;subd=assunnahgf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/23/meluruskan-shaf-sunnah-yang-kian-ditinggalkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afe98e76915646b0bc62eedd1092742c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irwanidrus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjaga Rahasia</title>
		<link>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/23/menjaga-rahasia/</link>
		<comments>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/23/menjaga-rahasia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 14:46:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>As-Sunnah Geofisika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahgf.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Memegang teguh suatu rahasia adalah sikap yang sangat sulit dipegangi di masa sekarang. Maka alangkah baiknya jika anak-anak kita sudah terdidik dengan sikap itu sejak kecil. Sifat kanak-kanak yang melekat, seperti keingintahuan yang besar, tentu saja menjadikan upaya itu tak mudah. Sehingga teladan orangtua menjadi hal yang sepatutnya dilakukan. Gosip, layaknya sesuatu yang mudah ditemui. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahgf.wordpress.com&amp;blog=10282412&amp;post=181&amp;subd=assunnahgf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } -->Memegang teguh suatu rahasia adalah sikap yang sangat sulit dipegangi di masa sekarang. Maka alangkah baiknya jika anak-anak kita sudah terdidik dengan sikap itu sejak kecil. Sifat kanak-kanak yang melekat, seperti keingintahuan yang besar, tentu saja menjadikan upaya itu tak mudah. Sehingga teladan orangtua menjadi hal yang sepatutnya dilakukan.</p>
<p>Gosip, layaknya sesuatu yang mudah ditemui. Satu rahasia yang semestinya tersimpan rapi pun begitu mudah dibongkar melalui jalan ini. Tak hanya diminati oleh kaum ibu, anak-anak pun banyak menggemarinya. Tatkala duduk-duduk bersama teman, tak jarang berbagai obrolan meluncur tanpa terasa. Sampai hal yang semestinya tak disampaikan pun akhirnya terungkap. Terkadang disertai bumbu, “Ssst… tapi jangan bilang siapa-siapa, ya! Ini rahasia!”<br />
Hal tercela yang dianggap biasa. Orangtua yang mendengar atau menyaksikan anak-anaknya melakukan seperti ini pun tak bereaksi. Wallahul musta’an …<br />
Padahal tidak demikian yang ada dalam kehidupan para pendahulu kita yang shalih. Mereka begitu kukuh memegang sesuatu yang disebut rahasia. Barangkali perlu kita lihat, bagaimana putri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Fathimah radhiyallahu &#8216;anha memegang rahasia sang ayah, sampai waktunya dia bisa mengungkapkannya.<span id="more-181"></span></p>
<p>Aisyah radhiyallahu &#8216;anha mengisahkan:<br />
Suatu ketika, Fathimah datang berjalan kaki. Cara jalannya amat mirip dengan cara jalan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menyambut, “Selamat datang, wahai putriku!” Lalu beliau mendudukkan Fathimah di sebelah kanannya –atau di sebelah kirinya– kemudian beliau membisikkan sesuatu kepadanya. Fathimah pun menangis. Kutanyakan padanya, “Mengapa engkau menangis?” Kemudian beliau membisikkan sesuatu lagi kepadanya, lalu dia tertawa. Aku berkata heran, “Tak pernah kulihat kegembiraan yang begitu dekat dengan kesedihan seperti hari ini.” Aku pun bertanya pada Fathimah tentang apa yang dikatakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Fathimah menjawab, “Aku tak akan menyebarkan rahasia Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam!” Sampai ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat, aku tanyakan kembali hal itu kepadanya (barulah Fathimah menceritakannya).” (HR. Al-Bukhari no. 3623 dan Muslim no. 2450)</p>
<p>Kalau sekarang kita dapati, orangtua yang membiarkan perilaku anaknya menyebarkan rahasia, dulu pada masa shahabat, orangtua justru membimbing anaknya untuk menjaga rahasia. Seorang ibu yang mulia, yang dikenal amat besar semangatnya untuk memberikan kebaikan pada anaknya, Ummu Sulaim radhiyallahu &#8216;anha, menjadi cermin bagi kita untuk berkaca diri.</p>
<p>Diceritakan oleh putranya, Anas bin Malik radhiyallahu &#8216;anhu:<br />
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendatangiku ketika aku sedang bermain-main dengan anak-anak yang lain. Beliau memberi salam kepada kami, lalu menyuruhku untuk suatu keperluan, sehingga aku terlambat pulang kepada ibuku. Ketika aku datang, ibuku bertanya, “Apa yang membuatmu terlambat?” “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruhku untuk suatu keperluan,” jawabku. “Apa keperluannya?” tanya ibuku. Aku menjawab, “Itu rahasia.” Ibuku pun mengatakan, “Kalau demikian, jangan kau beritahukan rahasia Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada siapa pun!” (HR. Al-Bukhari no.6289 dan Muslim no.2482)</p>
<p>Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu menjelaskan, sebagian ulama mengatakan bahwa sepertinya rahasia itu khusus berkenaan dengan istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seandainya rahasia itu berupa ilmu tentu tidak ada celah bagi Anas radhiyallahu &#8216;anhu untuk menyembunyikannya.</p>
<p>Al-Hafizh rahimahullahu juga menukilkan penjelasan Ibnu Baththal rahimahullahu bahwa pendapat yang dipegangi oleh ahlul ilmi, rahasia tidak boleh disembunyikan bila mengandung bahaya bagi pemiliknya. Sebagian besar dari mereka berpendapat bila pemilik rahasia itu meninggal, maka tidak harus disembunyikan rahasianya sebagaimana yang harus dilakukan semasa hidupnya, kecuali bila berakibat merendahkan martabatnya. (Fathul Bari, 11/99)</p>
<p>Demikian semestinya. Orangtua harus benar-benar bijak mengajarkan kepada anak-anaknya untuk menjaga rahasia. Tidak setiap hal boleh diberitakan dan tidak setiap rahasia boleh disebarkan. Dengan ini, akan tumbuh kepercayaan masyarakat pada dirinya di masa mendatang, sebagai seseorang yang dipandang bisa memegang rahasia.<br />
Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahgf.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahgf.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahgf.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahgf.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunnahgf.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunnahgf.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunnahgf.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunnahgf.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahgf.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahgf.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahgf.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahgf.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahgf.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahgf.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahgf.wordpress.com&amp;blog=10282412&amp;post=181&amp;subd=assunnahgf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/23/menjaga-rahasia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afe98e76915646b0bc62eedd1092742c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irwanidrus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tutur Kata Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam</title>
		<link>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/19/tutur-kata-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam/</link>
		<comments>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/19/tutur-kata-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 17:14:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>As-Sunnah Geofisika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahgf.wordpress.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Telah kita ketahui bersama beberapa sifat Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Sekarang kita ingin mengetahui tutur kata dan cara berbicara beliau. Sebelumnya, marilah kita simak penuturan &#8216;Aisyah radhiyallahu anha: &#8220;Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tidaklah berbicara seperti yang biasa kamu lakukan (yaitu berbicara dengan nada cepat). Namun beliau Shalallaahu alaihi wasalam berbicara dengan nada perlahan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahgf.wordpress.com&amp;blog=10282412&amp;post=176&amp;subd=assunnahgf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Telah kita ketahui bersama beberapa sifat Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam  . Sekarang kita ingin mengetahui tutur kata dan cara berbicara beliau.  Sebelumnya, marilah kita simak penuturan &#8216;Aisyah radhiyallahu anha:<br />
&#8220;Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tidaklah berbicara seperti yang biasa  kamu lakukan (yaitu berbicara dengan nada cepat). Namun beliau Shalallaahu  alaihi wasalam berbicara dengan nada perlahan dan dengan perkataan yang jelas  dan terang lagi mudah dihafal oleh orang yang mendengarnya.&#8221; (HR. Abu Daud)</p>
<p>Beliau adalah seorang yang rendah hati lagi lemah lembut, sangat senang  jika perkataannya dapat dipahami. Di antara bentuk kepedulian beliau terhadap  umat ialah dengan memperhatikan tingkatan-tingkatan intelek-tualitas dan  pemahaman mereka di dalam berkomunikasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa beliau  adalah seorang yang sangat penyantun lagi sabar. Diriwayatkan dari &#8216;Aiysah  radhiyallahu &#8216;anha bahwa ia berkata:<br />
&#8220;Tutur kata Rasulullah Shalallaahu  alaihi wasalam sangat teratur, untaian demi untaian kalimat tersusun dengan  rapi, sehingga mudah dipahami oleh orang yang mendengarkannya.&#8221; (HR. Abu Daud)</p>
<p>Cobalah perhatikan kelemah lembutan dan keluasan hati Rasulullah  Shalallaahu alaihi wasalam , beliau sudi mengulangi perkataan agar dapat  dipahami!</p>
<p>Anas bin Malik Radhiyallahu anhu mengungkapkan kepada kita:<br />
&#8220;Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam sering mengulangi perkataannya tiga  kali agar dapat dipahami.&#8221; (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Rasulullah Shalallaahu  alaihi wasalam selalu berlaku lemah lembut kepada orang lain. Dengan sikap  seperti itulah orang-orang menjadi takut, segan serta hormat kepada beliau!</p>
<p>Diriwayatkan dari Ibnu Mas&#8217;ud Radhiyallahu anhu ia berkata:<br />
Seorang  laki-laki datang menemui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Beliau mengajak  laki-laki itu berbicara sehingga membuatnya menggigil ketakutan. Rasulullah  Shalallaahu alaihi wasalam berkata kepadanya:<br />
&#8220;Tenangkanlah dirimu!  Sesungguhnya aku bukanlah seorang raja. Aku hanyalah putra seorang wanita yang  biasa memakan dendeng.&#8221; (HR. Ibnu Majah)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahgf.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahgf.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahgf.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahgf.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunnahgf.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunnahgf.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunnahgf.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunnahgf.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahgf.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahgf.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahgf.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahgf.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahgf.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahgf.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahgf.wordpress.com&amp;blog=10282412&amp;post=176&amp;subd=assunnahgf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/19/tutur-kata-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afe98e76915646b0bc62eedd1092742c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irwanidrus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sifat-sifat Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam</title>
		<link>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/16/sifat-sifat-rasulullah-shallallahu-alaihi-wasallam/</link>
		<comments>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/16/sifat-sifat-rasulullah-shallallahu-alaihi-wasallam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 17:29:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>As-Sunnah Geofisika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengenal Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahgf.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Tibalah kita di depan rumah Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, kita ketuk pintu beliau untuk meminta izin. Marilah kita layangkan perhatian kepada sahabat yang melihat langsung Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, ia akan menceritakannya kepada kita seolah-olah kita melihat beliau shallallahu &#8216;alaihi wasallam. Agar kita dapat mengenal ciri fisik beliau yang mulia serta wajah beliau yang penuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahgf.wordpress.com&amp;blog=10282412&amp;post=172&amp;subd=assunnahgf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Tibalah kita di depan rumah Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, kita ketuk  pintu beliau untuk meminta izin. Marilah kita layangkan perhatian kepada sahabat  yang melihat langsung Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, ia akan  menceritakannya kepada kita seolah-olah kita melihat beliau shallallahu &#8216;alaihi  wasallam. Agar kita dapat mengenal ciri fisik beliau yang mulia serta wajah  beliau yang penuh senyum.</p>
<p>Al-Bara&#8217; bin &#8216;Azib radhiyallah &#8216;anhu  menuturkan:<br />
&#8220;Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang yang  sangat tampan wajahnya, sangat luhur budi pekertinya, beliau tidak terlalu  jangkung dan tidak pula terlalu pendek.&#8221; (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Masih dari Al  Bara&#8217; radhiyallah &#8216;anhu ia berkata:<br />
&#8220;Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam  memiliki dada yang bidang dan lebar, beliau Shalallaahu alaihi wasalam memiliki  rambut yang terurai sampai ke cuping telinga (bagian bawah telinga), saya pernah  menyaksikan beliau mengenakan pakaian berwarna merah, belum pernah saya melihat  sesuatu yang lebih indah daripada itu.&#8221; (HR. Al-Bukhari)<span id="more-172"></span></p>
<p>Abu Ishaq  As-Sabi&#8217;i berkata:<br />
&#8220;Seseorang pernah bertanya kepada Al-Bara&#8217; bin &#8216;Azib  radhiyallah &#8216;anhu: &#8220;Apakah wajah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam lancip  seperti sebilah pedang?&#8221; ia menjawab: &#8220;Tidak, bahkan bulat bagaikan rembulan!&#8221;  (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Anas bin Malik radhiyallah &#8216;anhu mengungkapkan:<br />
&#8220;Belum pernah tanganku menyentuh kain sutra yang lebih lembut daripada  telapak tangan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Dan belum pernah aku  mencium wewa-ngian yang lebih harum daripada aroma Rasulullah Shalallaahu alaihi  wasalam &#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p>Di antara sifat beliau adalah &#8220;pemalu&#8221;,  sampai-sampai Abu Sa&#8217;id Al-Khudri radhiyallah &#8216;anhu mengatakan:<br />
&#8220;Rasulullah  Shalallaahu alaihi wasalam itu lebih pemalu daripada gadis dalam pingitan. Jika  beliau tidak menyukai sesuatu, niscaya kami dapat mengetahui ketidak sukaan  beliau itu dari wajahnya.&#8221; (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Demikianlah beberapa sifat  dan budi pekerti Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Sungguh, ayah dan ibuku  sebagai tebusannya! Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala telah menyempurnakan jasmani dan  budi pekerti beliau Shalallaahu alaihi wasalam .</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahgf.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahgf.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahgf.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahgf.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunnahgf.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunnahgf.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunnahgf.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunnahgf.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahgf.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahgf.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahgf.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahgf.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahgf.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahgf.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahgf.wordpress.com&amp;blog=10282412&amp;post=172&amp;subd=assunnahgf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/16/sifat-sifat-rasulullah-shallallahu-alaihi-wasallam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afe98e76915646b0bc62eedd1092742c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irwanidrus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbuka Puasa</title>
		<link>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/16/berbuka-puasa/</link>
		<comments>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/16/berbuka-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 17:06:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>As-Sunnah Geofisika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sifat Puasa Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahgf.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[1. Kapan Orang yang Puasa Berbuka? Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman: &#8220;Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam.&#8221; (Al Baqarah : 187) Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam menafsirkan dengan datangnya malam dan perginya siang serta sembunyinya bundaran matahari. kami telah membawakan (penjelasan ini pada pembahasan yang telah lalu) agar menjadi tenang hati seorang muslim yang mengikuti sunnatul huda. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahgf.wordpress.com&amp;blog=10282412&amp;post=165&amp;subd=assunnahgf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;"><strong>1. Kapan Orang yang Puasa Berbuka?</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">&#8220;Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam.&#8221; (Al  Baqarah : 187)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam menafsirkan  dengan datangnya malam dan perginya siang serta sembunyinya bundaran matahari.  kami telah membawakan (penjelasan ini pada pembahasan yang telah lalu) agar  menjadi tenang hati seorang muslim yang mengikuti sunnatul  huda.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">wahai hamba Allah inilah perkataan-perkataan Rasulullah  shallallahu &#8216;alaihi wasallam ada di hadapanmu dapatlah engkau mambacanya, dan  keadaannya yang sudah jelas dan telah engkau ketahui, serta perbuatan para  sahabatnya Radhiyallahu&#8217;anhum telah kau lihat, mereka telah mengikuti apa yang  dibawa oleh Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wasallam.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Syaikh Abdur Razaq telah meriwayatkan dalam Mushannaf  (7591) dengan sanad yang dishahihkan oleh Al Hafidz dalam Fathul Bari (4/199)  dan al Haitsami dalam Majma&#8217; Zawaid (3/154) dari Amr bin Maimun Al  Audi:</span><span style="color:#ffffff;"><br />
</span><span style="color:#ffffff;">&#8220;Para sahabat Muhammad  Shallallahu&#8217;alaihi wa sallam adalah orang-orang yang paling bersegera dalam  berbuka dan paling akhir dalam sahur.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;"><strong><span style="color:#010101;"><span style="color:#808000;">2</span>. </span>Menyegerakan Berbuka</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">Wahai saudaraku  seiman, wajib atasmu berbuka ketika matahari telah terbenam, janganlah  dihiraukan oleh rona merah yang masih terlihat di ufuk, dengan ini berarti  engkau telah mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wasallam dan  menyelisihi Yahudi dan Nashrani, karena mereka mengakhirkan berbuka. Pengakhiran  mereka itu sampai pada waktu tertentu, yakni hingga terbitnya bintang. maka  dengan mengikuti jalan dan manhaj Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wasallam berarti  engkau menampakkan syiar-syiar agama, memperkokoh petunjuk yang kita jalani,  yang kita harapkan jin dan manusia berkumpul di atasnya. Hal-hal tersebut  dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wasallam pada paragraf-paragraf  yang akan datang.<span id="more-165"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;"><em><strong><span style="font-family:Verdana;">a. Menyegerakan berbuka berarti menghasilkan  kebaikan</span></strong></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Dari Sahl bin Sa&#8217;ad Radhiyallahu&#8217;anhu, Rasulullah  Shallallahu&#8217;alaihi wasallam bersabda:</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">&#8220;Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama  menyegerakan berbuka.&#8221;  <em>(HR. Bukhari (4/173) dan Muslim  (1093))</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;"><em><strong><span style="font-family:Verdana;">b. Menyegerakan berbuka adalah sunnah Rasul Shallallahu  &#8216;alaihi wasallam</span></strong></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Jika umat Islamiyah menyegerakan berbuka berarti mereka  tetap di atas sunnah Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wasallam dan manhaj Salafus  Shalih, dengan izin Allah mereka tidak akan tersesat selama &#8216;berpegang dengan  sunnah Rasul mereka dan menolak semua yang merubah sunnah&#8217;.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Dari Sahl bin Sa&#8217;ad Radhiyallahu&#8217;anhu, Rasulullah  Shallallahu&#8217;alaihi wasallam bersabda:</span><br />
<span style="font-family:Verdana;">&#8220;Umatku akan senantiasa dalam sunnahku selama mereka  tidak menunggu bintang ketika berbuka (puasa<em>).&#8221;   (HR Ibnu Hibban (891)  dengan sanad shahih)</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;"><strong><em><span style="font-family:Verdana;">c. Menyegerakan buka berarti menyelisihi Yahudi dan  Nashrani</span></em></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Tatkala manusia senantiasa berada di atas kebaikan  dikarenakan mengikuti manhaj Rasul mereka, memelihara sunnahnya, karena  sesungguhnya Islam (senantiasa) tetap tampak dan menang, tidak akan  memudharatkan orang yang menyelisihinya, ketika itu umat Islam akan menjadi  singa pemberani di lautan kegelapan, tauladan yang baik untuk diikuti, karena  mereka tidak mejadi pengekor orang Timur dan Barat, (yaitu) pengikut semua yang  berteriak, dan condong bersama angin kemana saja angin itu  bertiup.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Dari Abu Hurairah Radhiyallahu &#8216;anhu, Rasulullah  Shallallahu&#8217;alaihi wasallam bersabda:</span><br />
<span style="font-family:Verdana;">&#8220;Agama ini akan senantiasa menang selama manusia  menyegerakan berbuka, karena orang-orang Yahudi dan Nashrani  mengakhirkannya<em>.&#8221;   (HR. Abu Dawud (2/305), Ibnu Hibban (223), sanadnya  hasan)</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Kami katakan:</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Hadits-hadit di atas mempunyai banyak faedah dan  catatan-catatan penting, sebagai berikut:</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">1) Kemenangan agama ini dan berkibarnya bendera akan  tercapai dengan syarat menyelisihi orang-orang sebelum kita dari kalangan Ahlul  Kitab, ini sebagai penjelasan bagi umat Isalm, bahwa mereka akan mendapatkan  kebaikan yang banyak, jika membedakan diri dan tidak condong ke Barat ataupun ke  Timur, menolak untuk mengekor Karmelin atau mencari makan di Gedung Putih  -mudah- mudahan Allah merobohkannya-, jika umat ini berbuat demikian mereka akan  menjadi perhiasan diantara umat manusia, jadi pusat perhatian, disenangi oleh  semua hati. Hal ini tidak akan terwujud, kecuali dengan kembali kepada Islam,  berpegang dengan Al Qur-an dan As Sunnah dalam masalah aqidah dan  manhaj.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">2) Berpegang dengan Islam baik secara global maupun  rinci, berdasarkan firman Allah:</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">&#8220;Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam  Islam secara Kaffah.&#8221; (Al Baqarah : 208)</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Atas dasar inilah, maika ada yang membagi Islam menjadi  inti dan kulit, (ini adalah pembagian) bid&#8217;ah jahiliyah modern yang bertujuan  mengotori fikrah kaum muslimin dan memasukkan mereka ke dalam lingkaran  kekhawatiran. (Hal ini) tidak ada asalnya dalam agama Allah, bahkan akhirnya  akan merembet kepada perbuatan orang-orang yang dimurkai Allah, (yaitu) mereka  yang mengimani sebagian kitab dan mendustakan sebagian lainnya; kita  diperintahkan untuk menyelisihi mereka secara global maupun terperinci, dan  sungguh kita mengetahui bahwa buah dari menyelisihi Yahudi dan Nashrani adalah  tetap (tegak)nya agama lahir dan batin.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">3) Dakwah ke jalan Allah dan memberi peringatan kepada  mukminin tidak akan terputus, perkara-perkaran baru yang menimpa umat Islam  tidak menyebabkan kita memilah syiar-syiar Allah, jangan sampai kita mengatakan  seperti perkataan kebanyakan dari mereka, &#8220;Ini perkara-perkara kecil, furu&#8217;,  khilafiyah dan hawasyiyah, kita wajib meninggalkannya, kita pusatkan kesungguhan  kita untuk perkara besar yang memecah belah shaf kita dan mencerai-beraikan  barisan kita!&#8221;</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Perhatikan wahai kaum muslimin, da&#8217;i ke jalan Allah di  atas bashirah, engkau telah tahu dari hadits-hadits yang mulia bahwa jayanya  agama ini bergantung kepada disegerakannya berbuka puasa yang dilakukan tatakala  lingkaran matahari telah terbenam. Maka bertaqwalah kepada Allah (wahai) setiap  orang yang menyangka berbuka ketika terbenambya matahari adalah fitnah, dan  seruan untuk menghidup kan sunnah ini adalah dakwah yang sesat dan bodoh,  menjauhkan umat Islam ini dari agamanya atau menyangka (hal tersebut) sebagai  dakwah yang tidak ada nilai nya, (yang) tdk mungkin seluruh muslimin berdiri di  atasnya, karena hal itu adalah perkara furu&#8217;, khilafiyah atau masalah kulit,  walaahaula walaaquwwata illa billah.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;"><strong><em><span style="font-family:Verdana;">d. Berbuka sebelum Shalat Maghrib</span></em></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wasallam berbuka sebelum  shalat Maghrib (HR. Ahmad (3/164), Abu Dawud (2356) dari Anas dengan sanad  hasan) karena menyegerakan berbuka adalah termasuk akhlaqnya para nabi. Dari Abu  Darda&#8217; Radhiyallahu&#8217;anhu:</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">&#8220;Tiga perkara yang merupakan akhlaq para nabi:  menyegerakan berbuka, mengakhirkan sahur dan meletakkan tangan di atas tangan  kiri dalam shalat<em>.&#8221;   (HR Thabrani dalam Al Kabir sebagaimana dalam Al Majma&#8217;  (2/105)).</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;"><em><br />
</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;"><strong>3. Berbuka Dengan Apa?</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wasallam berbuka dengan  kurma, kalau tidak ada korma dengan air, ini termasuk kesempurnaan kasih sayang  dan semangatnya Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wasallam (untuk kebaikan) umatnya  dan dalam menasehati mereka. Allah berfirman:</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">&#8220;Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari  kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan olehmu, sangat menginginkan  (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap  orang-orang mukmin.&#8221; (At Taubah : 128)</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Karena memberikan ke tubuh yang kosong sesuatu yang  manis lebih membangkitkan selera dan bermanfaat bagi badan, terutama badan yang  sehat, dia akan menjadi kuat dengannya (kurma). Adapun air, karena badan ketika  dibawa puasa menjadi kering, jika didinginkan dengan air akan sempurna  manfaatnya dengan makanan.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Ketahuilah wahai hamba yang taat, sesungguhnya kurma  mengandung berkah dan kekhususan -demikian pula air- dalam pengaruhnya terhadap  hati dan mensucikannya, tidak ada yang mengetahui kecuali orang yang beritiba&#8217;.  Dari Anas bin Malik Radhiyallahu&#8217;anhu, (ia berkata):</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">&#8220;Adalah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wasallam berbuka  dengan kurma basah (ruthtah), jika tidak ada ruthtah maka berbuka dengan kurma  kering (tamar), jika tidak ada tamar maka minum dengan satu tegukan air<em>.&#8221;    (HR. Ahmad (3/163), Abu Dawud (2/306), Ibnu Khuzaimah (3/277. 278), Tirmidzi  (3/70) dengan dua jalan dari Anas, sanadnya shahih).</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;"><strong>4. Yang Diucapkan Ketika Berbuka</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Ketahuilah wahai saudaraku yang berpuasa -mudah-mudahan  Allah memberi taufiq kepada kita untuk mengikuti sunnah Nabi-Nya Shallallahu  &#8216;alaihi wasallam- sesungguhnya engkau mempunyai do&#8217;a yang dikabulkan, maka  manfaatkanlah, berdo&#8217;alah kepada Allah dengan keadaan engkau yakin akan  dikabulkan, -ketahuilah sesungguhnya Allah tidak mengabulkan do&#8217;a dari hati yang  lalai- Berdo&#8217;alah kepada- Nya dengan apa yang kamu mau dari berbagai macam do&#8217;a  yang baik, mudah- mudahan engkau bisa mengambil kebaikan di dunia dan  akhirat.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Dari Abu Hurairah Radhiyallahu&#8217;anhu, Rasulullah  Shallallahu&#8217;alaihi wasallam bersabda:</span><br />
<span style="font-family:Verdana;">&#8220;Tiga do&#8217;a yang dikabulkan: do&#8217;anya orang yang berpuasa,  do&#8217;anya orang yang terdhalimi dan do&#8217;anya musafir.&#8221;   <em>(HR. Uqaili dalam Adh  Dhu&#8217;afa (1/72)).</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Do&#8217;a yang tidak tertolak ini adalah ketika waktu engkau  berdasarkan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu bahwasanya Nabi  Shallallahu&#8217;alaihi wasallam:</span><br />
<span style="font-family:Verdana;">&#8220;Tiga orang yang tidak  akan ditolak do&#8217;anya: orang yang puasa ketika berbuka, Imam yang adil dan  do&#8217;anya orang yang didhalimi<em>.&#8221;   (HR. Tirmidzi (2528), Ibnu Majah (1752),  Ibnu Hibban (2407). Ada jalalah Abu Mudilah)</em></span></span> <span style="color:#ffffff;"><br />
<span style="font-family:Verdana;">Dari Abdullah bin Amr bin Al &#8216;Ash, Rasulullah  Shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda:</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">&#8220;Sesungguhnya orang yang puasa ketika berbuka memiliki  do&#8217;a yang tidak akan ditolak.&#8221;   <em>(HR. Ibnu Majah (1/557), Hakim (1/422), Ibnu  Sunni (128), Thayalisi (299) dari dua jalan)</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Do&#8217;a yang paling afdhal adalah do&#8217;a ma&#8217;tsur dari  Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wasallam, bahwa beliau jika berbuka  mengucapkan</span></span></p>
<h1>ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ</h1>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">“Dzahabadh-dhoma&#8217;u wabtalatil &#8216;uruuqu  watsabbatil ajru insya Allah&#8221;</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">(yang artinya): &#8220;Telah hilang dahaga dan telah basah  urat-urat, dan telah ditetapkan pahala, Insya Allah.&#8221;   <em>(HR. Abu Dawud  (2/306), Baihaqi (4/239), Al Hakim (1/422), Ibnu Sunni  (128)).</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;"><strong><span style="font-family:Verdana;"><em>5. </em></span>Memberi Makan Orang Yang Puasa</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Bersemangatlah wahai saudaraku -mudah-mudahan Allah  memberkatimu dan memberi taufiq kepadamu untuk mengamalkan kebajikan dan taqwa-  untuk mem beri makan orang yang puasa karena pahalanya besar dan kebaikannya  banyak.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wasallam  bersabda:</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">&#8220;Barangsiapa yang memberi buka orang yang puasa, akan  mendapatkan pahala seperti pahala nya orang yang berpuasa tanpa mengurangi  pahalanya sedikitpun<em>.&#8221; (HR. Ahmad (4/144, 115, 116, 5/192), Tirmidzi (804),  Ibnu Majah (1746), Ibnu Hibban (895), dishahihkan oleh  Tirmidzi.)</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Orang yang puasa harus memenuhi undangan (makan)  saudaranya, karena barangsiapa yang tidak menghadiri undangan berarti telah  durhaka kepada Abul Qasim Shallallahu &#8216;alaihi wasallam, dia harus berkeyakinan  bahwa Allah tidak akan menyiakan-nyiakan sedikitpun amal kebaikannya, tidak akan  dikurangi pahalanya sedikitpun.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Orang yang diundang disunnahkan mendo&#8217;kan pengundangnya  setelah selesai makan dengan do&#8217;a-do&#8217;a dari Nabi Shallallahu &#8216;alaihi  wasallam:</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">&#8220;Telah makan makanan kalian orang-orang bajik, dan para  malaikat bershalawat (mendo&#8217;kan kebaikan) atas kalian, orang-orang yang berpuasa  telah berbuka di sisi kalian<em>.&#8221;   (HR. Ibnu Abi Syaibah (3/100), Ahmad  (3/118), Nasa-i dalam &#8216;Amalul Yaum (268), Ibnu Sunni (129), Abdur Razak (4/311)  dari berbagai jalan darinya, sanadnya shahih. Peringatan: Apa yang ditambahkan  oleh sebagian orang tentang hadits ini, yaitu &#8220;Allah menyebutkan di majelis-Nya&#8221;  adalah tidak ada asanya)</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">&#8220;Ya Allah, berilah makan orang yang memberiku makan,  berilah minum orang yang memberiku makan, berilah minum orang yang memberiku  minum<em>.&#8221;     (HR. Muslim (2055) dari Miqdad)</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Ya Allah, ampunilah mereka dan rahmatilah, berilah  barakah pada seluruh rizki yang Engkau berikan.&#8221;   <em>(HR. Muslim (2042) dari  Abdullah bin Busrin)</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;color:#010101;"><em><br />
</em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahgf.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahgf.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahgf.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahgf.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunnahgf.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunnahgf.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunnahgf.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunnahgf.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahgf.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahgf.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahgf.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahgf.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahgf.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahgf.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahgf.wordpress.com&amp;blog=10282412&amp;post=165&amp;subd=assunnahgf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/16/berbuka-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afe98e76915646b0bc62eedd1092742c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irwanidrus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sahur</title>
		<link>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/16/sahur/</link>
		<comments>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/16/sahur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 16:42:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>As-Sunnah Geofisika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sifat Puasa Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahgf.wordpress.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[1. Hikmahnya Allah mewajibkan puasa kepada kita sebagaimana telah mewajibkan kepada orang &#8211; orang sebelum kita dari kalangan Ahlul Kitab, Allah berfirman, (yang artinya) : &#8220;Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebeleum kalian agar kalian bertaqwa.&#8221; (Surat Al- Baqoroh :183) Waktu dan hukumya pun sesuai dengan apa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahgf.wordpress.com&amp;blog=10282412&amp;post=158&amp;subd=assunnahgf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;"><strong>1. Hikmahnya</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Allah  mewajibkan puasa kepada kita sebagaimana telah mewajibkan kepada orang &#8211; orang  sebelum kita dari kalangan Ahlul Kitab, Allah berfirman, (yang artinya)  :</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">&#8220;Wahai  orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan  atas orang-orang sebeleum kalian agar kalian bertaqwa.&#8221; (Surat Al- Baqoroh  :183)</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Waktu dan  hukumya pun sesuai dengan apa yang diwajibkan pada Ahlil Kitab, yakni tidak  boleh makan dan minum dan menikah setelah tidur. Yaitu jika salah seorang mereka  tidur, tidak boleh makan hingga malam selanjutnya, demikian pula diwajibkn atas  kaum muslimin sebagaimana kami telah terangkan di muka, karena dihapus hukum  tersebut, Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wasallam menyuruh sahur sebagai pembeda  antara puasa kita dengan puasa Ahlul Kitab.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#ffffff;">Dari Amr bin  &#8216;Ash radhiallahu &#8216;anhu Rasulullah Shalallahu &#8216;Alaihi wasallam bersabda (yang  artinya): &#8220;Pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahlul Kitab adalah makan  sahur</span><em><span style="color:#ffffff;">&#8220;.   (HR Muslim (1096)).</span><span id="more-158"></span></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;"><strong><span style="font-family:Verdana;">2. </span>Keutamaannya</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">a. Sahur  Barokah.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Dari Salman  radhiallahu &#8216;anhu Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda (yang  artinya): &#8220;Barokah ada pada tiga perkara : Jama&#8217;ah, Tsarid dan makan sahur.&#8221;  <em>(HR. Thabrani dalam &#8220;Al-Kabir&#8221; (6127), Abu Nu&#8217;aim pada &#8220;Dzikru Akhbari  Ashbahan&#8221; (1/57))</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Dan dari Abu  Hurairah, Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda (yang artinya):  &#8220;Sesungguhnya Allah menjadikan barakah itu pada makan shaur dan kiloan&#8221;.    <em>(HR. Asy-Syirasy (Al-Alqab) sebagaimana dalam (Jami&#8217;as Shaghir) (1715) dan  Al-Khatib (Al-Muwaddih) (1/263) dari Abi Hurairah dengan sanad yang lalu. Hadits  ini HASAN)</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Dari Abdullah  bin Al-Harits dari seorang sahabat Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wasallam : Aku  masuk menemui Nabi Shalallahu &#8216;alaihi wasallam ketika dia makan sahur beliau  berkata (yang artinya): &#8220;Sesungguhnya makan sahur adalah barokah yang Allah  berikan pada kalian maka janganlah kalian tinggalkan&#8221;.   <em>(HR Nasa&#8217;I (4/145)  dan Ahmad (5/270) sanadnya SHAHIH).</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Keberadaan  sahur sebagai barokah sangatlah jelas, karena dengan makan sahur berarti  mengikuti sunnah, menguatkan dalam puasa, menambah semangat untuk menambah  puasa, karena merasa ringan orang yang puasa, dalam makan sahur juga menyelisihi  Ahlul Kitab karena mereka tidak melakukan makan sahur. Oleh karena itu  Rasulullah Shalallahu &#8216;Alaihi wasallam menamainya makan pagi yang diberkahi  sebagaimana dalam dua hadits Al-Irbath bin Sariyah dan Abi Darda&#8217; radhiallahu  &#8216;anhuma &#8220;Marilah menuju makan pagi yang diberkahi : yakni sahur.&#8221; <em>(hadits  Al-Irbath: diriwayatkan oleh Ahmad (4/126) dan Abu Daud  (2/303)).</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">b. Allah dan  malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Mungkin  barokah sahur terbesar adalah Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala akan meliputi  orang-orang yang sahur dengan ampunan-Nya, memenuhi mereka dengan rahmat- Nya,  malaikat Allah memintakan ampunan bagi mereka, berdo&#8217;a kepada Allah agar  memaafkan mereka, agar mereka termasuk orang-orang yang dibebaskan oleh Allah di  bulan Ramadhan.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Dari Abu Said  Al-Khudri radhiallahu &#8216;anhu Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda  (yang artinya): &#8220;Sahur itu makanan yang barokah, janganlah kalian  meninggalkannya walaupun hanya meneguk seteguk air, karena Allah dan malaikat-  Nya bershalawat kepada orang-orang yg sahur.&#8221;</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Oleh sebab itu  seorang muslim hendaknya tidak menyia-nyiakan pahala yang besar ini dari Rabb  yang Maha Pengasih. Dan sahurnya seorang mukmin yang paling afdhal adalah  korma.</span><br />
<span style="font-family:Verdana;">Bersabda Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wasallam (yang  artinya): &#8220;Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah korma.&#8221;   <em>(HR Abu Daud  (2/303), Ibnu Hibban (223) Baihaqi (4/237)).</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Barangsiapa  yang tidak menemukan korma, hendaknya bersungguh-sungguh untuk berbuka walau  hanya dengan meneguk satu teguk air, karena fadhilah (keutamaan) yang disebutkan  tadi, dan karena sabda Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wasallam (yang artinya):  &#8220;Makan sahurlah kalian walau dengan seteguk air.&#8221; </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;"><strong>3. Mengakhirkan sahur</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Disunnahkan mengakhirkan sahur sesaat sebelum fajar,  karena Nabi Shalallahu &#8216;alaihi wasallam dan Zaid bin Tsabit radhiallahu &#8216;anhu  melakukan sahur, ketika selesai makan sahur Nabi Shalallahu &#8216;Alaihi wasallam  bangkit untuk shalat subuh, dan jarak (selang waktu) antara sahur dan masuknya  shalat kira-kira lamanya seseorang membaca lima puluh ayat di  kitabullah.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Anas radhiallahu &#8216;anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit  radhiallahu &#8216;anhu: &#8220;Kami makan sahur bersama Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi  wasallam, kemudian beliau shalat, aku tanyakan (kata Anas): &#8220;Berapa lama jarak  antara adzan dan sahur? Beliau menjawab: &#8220;Kira-kira 50 ayat membaca Al-Qur&#8217;an.&#8221;   <em>(HR. Bukhori (4/118), Muslim (1097)).</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Ketahuilah wahai hamba Allah –mudah-mudahan Allah  membimbingmu- kamu diperbolehkan makan, minum, dan jima&#8217; selama ragu telah  terbit fajar atau belum, dan Allah dan Rasul-Nya telah menjelaskan  batasan-batasannya, hingga jelaslah sudah, karena Allah Jalla Sya&#8217;nuhu memaafkan  kesalahan, kelupaan, serta membolehkan makan, minum dan jima&#8217; ada penjelasan,  sedangkan orang ragu belum mendapat penjelasan. Sesungguhnya kejelasan adalah  satu keyakinan yang tidak ada keraguan lagi, jelaslah.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;"><strong>4. Hukumnya</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Oleh karena itu Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wasallam  memerintahkannya –dengan perintah yang sangaat ditekankan- Beliau bersabda (yang  artinya): &#8220;Barangsiapa yang mau berpuasa hendaklah sahur dengan sesuatu.&#8221; </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Dan bersabda (yang artinya): &#8220;Makan sahurlah kalian  karena dalam sahur ada barokah<em>.&#8221;   (HR Bukhori (4/120), Muslim (1095) dari  Anas).</em></span><br />
<span style="font-family:Verdana;">Kemudian menjelaskan tingginya nilai  sahur bagi umatnya, beliau bersabda (yang artinya):</span></span> <span style="color:#ffffff;"><br />
<span style="font-family:Verdana;">&#8220;Pembeda antara puasa kami dan Ahlul Kitab makan  sahur.&#8221; </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Nabi Shalallahu &#8216;alaihi wasallam melarang  meninggalkannya, beliau bersabda (yang artinya): </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">&#8220;Sahur adalah makanan yang barokah, janganlah kalian  tinggalkan, walaupun hanya meminum seteguk air, karena Allah dan Rasul-Nya  memberi shalawat kepada orang yang sahur<em>&#8220;.   (HR Ibnu Abi Syaibah (3/8),  Ahmad (3/12,3/44) dari tiga jalan dari Abi Said al-Khudri. sebagiannya  menguatkan yang lain).</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda (yang  artinya): &#8220;Sahurlah kalian walaupun dengan setengah air.&#8221;   <em>(HR Abu Ya&#8217;la  (3340) dari Anas, ada kelemahan, didukung oleh hadits Abdullah bin Amr di Ibnu  Hibban (no.884) padanya An&#8217;anah, Qatadah: Hadits hasan).</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Saya katakan: kami berpendapat perintah nabi Shalallahu  &#8216;Alaihi wasallam ini sangat ditekankan anjurannya, hal ini terlihat dari tiga  sisi:</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">1.    Perintahnya. </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">2.    Sahur adalah syiarnya puasa seorang muslim, dan  pemisah antara puasa kita dan puasa Ahlul Kitab. </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">3.    Larangan meninggalkan sahur </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;"><span style="font-family:Verdana;">Inilah qarinah yang kuat dan dalil yang jelas. Walaupun  demikian, Al-Hafidz Ibnu Hajar menukilkan dalam kitabnya &#8220;Fathul Bari&#8221; (4/139)  ijma&#8217; atas sunnahnya!! Wallahu A&#8217;lam</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><em><br />
</em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahgf.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahgf.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahgf.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahgf.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunnahgf.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunnahgf.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunnahgf.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunnahgf.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahgf.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahgf.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahgf.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahgf.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahgf.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahgf.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahgf.wordpress.com&amp;blog=10282412&amp;post=158&amp;subd=assunnahgf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/16/sahur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afe98e76915646b0bc62eedd1092742c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irwanidrus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Do&#8217;a Berbuka Puasa (Sesuai Tuntunan Rasulullah)</title>
		<link>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/16/doa-berbuka-puasa-sesuai-tuntunan-rasulullah/</link>
		<comments>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/16/doa-berbuka-puasa-sesuai-tuntunan-rasulullah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 16:37:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>As-Sunnah Geofisika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Do'a]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahgf.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap, insya Allah.” [HR. Abu Dawud 2/306, begitu juga imam hadits yang lain. Dan lihat Shahihul Jami’ 4/209] اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِيْ “Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepadaMu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahgf.wordpress.com&amp;blog=10282412&amp;post=154&amp;subd=assunnahgf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:justify;">ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ</h1>
<p style="text-align:justify;">“Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap, insya Allah.” [HR. Abu Dawud 2/306, begitu juga imam hadits yang lain. Dan lihat  Shahihul Jami’ 4/209]</p>
<h1 style="text-align:justify;">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِيْ</h1>
<p style="text-align:justify;">“Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepadaMu dengan rahmatMu yang meliputi segala sesuatu, supaya memberi ampunan atasku.”</p>
<p style="text-align:justify;">[HR. Ibnu Majah 1/557. Menurut Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Takhrij  Al-Adzkar, lihat Syarah Al-Adzkar 4/342.]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahgf.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahgf.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahgf.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahgf.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunnahgf.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunnahgf.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunnahgf.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunnahgf.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahgf.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahgf.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahgf.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahgf.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahgf.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahgf.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahgf.wordpress.com&amp;blog=10282412&amp;post=154&amp;subd=assunnahgf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/16/doa-berbuka-puasa-sesuai-tuntunan-rasulullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afe98e76915646b0bc62eedd1092742c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irwanidrus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jauhi Buruk Sangka</title>
		<link>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/14/jauhi-buruk-sangka/</link>
		<comments>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/14/jauhi-buruk-sangka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 15:35:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>As-Sunnah Geofisika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://assunnahgf.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah Berbagai prasangka buruk terhadap orang lain sering kali bersemayam di hati kita. Sebagian besarnya, tuduhan itu tidak dibangun di atas tanda atau bukti yang cukup. Sehingga yang terjadi adalah asal tuduh kepada saudaranya. Buruk sangka kepada orang lain atau yang dalam bahasa Arabnya disebut su`u zhan mungkin biasa atau bahkan sering [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahgf.wordpress.com&amp;blog=10282412&amp;post=148&amp;subd=assunnahgf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
</span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Berbagai prasangka buruk terhadap orang lain sering kali bersemayam di hati kita. Sebagian besarnya, tuduhan itu tidak dibangun di atas tanda atau bukti yang cukup. Sehingga yang terjadi adalah asal tuduh kepada saudaranya. </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Buruk sangka kepada orang lain atau yang dalam bahasa Arabnya disebut su`u zhan mungkin biasa atau bahkan sering hinggap di hati kita. Berbagai prasangka terlintas di pikiran kita, si A begini, si B begitu, si C demikian, si D demikian dan demikian. Yang parahnya, terkadang persangkaan kita tiada berdasar dan tidak beralasan. Memang semata-mata sifat kita suka curiga dan penuh sangka kepada orang lain, lalu kita membiarkan zhan tersebut bersemayam di dalam hati. Bahkan kita membicarakan serta menyampaikannya kepada orang lain. Padahal su`u zhan kepada sesama kaum muslimin tanpa ada alasan/bukti merupakan perkara yang terlarang. Demikian jelas ayatnya dalam Al-Qur`anil Karim, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari persangkaan (zhan) karena sesungguhnya sebagian dari persangkaan itu merupakan dosa”</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong> (Al-Hujurat: 12)<span id="more-148"></span></strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Dalam ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan untuk menjauhi kebanyakan dari prasangka dan tidak mengatakan agar kita menjauhi semua prasangka. Karena memang prasangka yang dibangun di atas suatu qarinah (tanda-tanda yang menunjukkan ke arah tersebut) tidaklah terlarang. Hal itu merupakan tabiat manusia. Bila ia mendapatkan qarinah yang kuat maka timbullah zhannya, apakah zhan yang baik ataupun yang tidak baik. Yang namanya manusia memang mau tidak mau akan tunduk menuruti qarinah yang ada. Yang seperti ini tidak apa-apa. Yang terlarang adalah berprasangka semata-mata tanpa ada qarinah. Inilah zhan yang diperingatkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dinyatakan oleh beliau sebagai pembicaraan yang paling dusta. </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>(Syarhu Riyadhis Shalihin, 3/191)</strong></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu berkata, “Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman melarang hamba-hamba-Nya dari banyak persangkaan, yaitu menuduh dan menganggap khianat kepada keluarga, kerabat dan orang lain tidak pada tempatnya. Karena sebagian dari persangkaan itu adalah dosa yang murni, maka jauhilah kebanyakan dari persangkaan tersebut dalam rangka kehati-hatian. Kami meriwayatkan dari Amirul Mukminin Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, ‘Janganlah sekali-kali engkau berprasangka kecuali kebaikan terhadap satu kata yang keluar dari saudaramu yang mukmin, jika memang engkau dapati kemungkinan kebaikan pada kata tersebut’.” </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>(Tafsir Ibnu Katsir, 7/291)</strong></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pernah menyampaikan sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi:</span></span></p>
<p style="text-align:justify;">“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>Hati-hati kalian dari persangkaan yang buruk (zhan) karena zhan itu adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kalian mendengarkan ucapan orang lain dalam keadaan mereka tidak suka. Janganlah kalian mencari-cari aurat/cacat/cela orang lain. Jangan kalian berlomba-lomba untuk menguasai sesuatu. Janganlah kalian saling hasad, saling benci, dan saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang Dia perintahkan. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, maka janganlah ia menzalimi saudaranya, jangan pula tidak memberikan pertolongan/bantuan kepada saudaranya dan jangan merendahkannya. Takwa itu di sini, takwa itu di sini.” Beliau mengisyaratkan (menunjuk) ke arah dadanya. “Cukuplah seseorang dari kejelekan bila ia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain, haram darahnya, kehormatan dan hartanya. Sesungguhnya Allah tidak melihat ke tubuh-tubuh kalian, tidak pula ke rupa kalian akan tetapi ia melihat ke hati-hati dan amalan kalian.”</strong></em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>(HR. </strong></span></span><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;">ِ</span></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Al-Bukhari no. 6066 dan Muslim no. 6482)</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Zhan yang disebutkan dalam hadits di atas dan juga di dalam ayat, kata ulama kita, adalah tuhmah (tuduhan). Zhan yang diperingatkan dan dilarang adalah tuhmah tanpa ada sebabnya. Seperti seseorang yang dituduh berbuat fahisyah (zina) atau dituduh minum khamr padahal tidak tampak darinya tanda-tanda yang mengharuskan dilemparkannya tuduhan tersebut kepada dirinya. Dengan demikian, bila tidak ada tanda-tanda yang benar dan sebab yang zahir (tampak), maka haram berzhan yang jelek. Terlebih lagi kepada orang yang keadaannya tertutup dan yang tampak darinya hanyalah kebaikan/keshalihan. Beda halnya dengan seseorang yang terkenal di kalangan manusia sebagai orang yang tidak baik, suka terang-terangan berbuat maksiat, atau melakukan hal-hal yang mendatangkan kecurigaan seperti keluar masuk ke tempat penjualan khamr, berteman dengan para wanita penghibur yang fajir, suka melihat perkara yang haram dan sebagainya. Orang yang keadaannya seperti ini tidaklah terlarang untuk berburuk sangka kepadanya. </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>(Al-Jami’ li Ahkamil Qur`an 16/217, Ruhul Ma’ani 13/219)</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
</span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu menyebutkan dari mayoritas ulama dengan menukilkan dari Al-Mahdawi, bahwa zhan yang buruk terhadap orang yang zahirnya baik tidak dibolehkan. Sebaliknya, tidak berdosa berzhan yang jelek kepada orang yang zahirnya jelek. (Al Jami’ li Ahkamil Qur`an, 16/218) </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
</span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Karenanya, Ibnu Hubairah Al-Wazir Al-Hanbali berkata, “Demi Allah, tidak halal berbaik sangka kepada orang yang menolak kebenaran, tidak pula kepada orang yang menyelisihi syariat.” </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>(Al-Adabus Syar’iyyah, 1/70)</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Dari hadits: </span></span><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;">إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ</span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata menjelaskan ucapan Al-Khaththabi tentang zhan yang dilarang dalam hadits ini, “Zhan yang diharamkan adalah zhan yang terus menetap pada diri seseorang, terus mendiami hatinya, bukan zhan yang sekadar terbetik di hati lalu hilang tanpa bersemayam di dalam hati. Karena zhan yang terakhir ini di luar kemampuan seseorang. Sebagaimana yang telah lewat dalam hadits bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memaafkan umat ini dari apa yang terlintas di hatinya selama ia tidak mengucapkannya atau ia bersengaja</span></span><span style="color:#0070c0;"><sup><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>1</strong></span></span></sup></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">.” </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>(Al-Minhaj, 16/335)</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Sufyan rahimahullahu berkata, “Zhan yang mendatangkan dosa adalah bila seseorang berzhan dan ia membicarakannya. Bila ia diam/menyimpannya dan tidak membicarakannya maka ia tidak berdosa.” Dimungkinkan pula, kata Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullahu, bahwa zhan yang dilarang adalah zhan yang murni /tidak beralasan, tidak dibangun di atas asas dan tidak didukung dengan bukti. </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>(Ikmalul Mu’lim bi Fawa`id Muslim, 8/28)</strong></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Kepada seorang muslim yang secara zahir baik agamanya serta menjaga kehormatannya, tidaklah pantas kita berzhan buruk. Bila sampai pada kita berita yang “miring” tentangnya maka tidak ada yang sepantasnya kita lakukan kecuali tetap berbaik sangka kepadanya. Karena itu, tatkala terjadi peristiwa Ifk di masa Nubuwwah, di mana orang-orang munafik menyebarkan fitnah berupa berita dusta bahwa istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia, shalihah, dan thahirah (suci dari perbuatan nista) Aisyah radhiyallahu ‘anha berzina, wal’iyadzubillah, dengan sahabat yang mulia Shafwan ibnu Mu’aththal radhiyallahu ‘anhu, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman agar tetap berprasangka baik dan tidak ikut-ikutan dengan munafikin menyebarkan kedustaan tersebut. Dalam Tanzil-Nya, Dia Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Mengapa di waktu kalian mendengar berita bohong tersebut, orang-orang mukmin dan mukminah tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri dan mengapa mereka tidak berkata, ‘Ini adalah sebuah berita bohong yang nyata’.” </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>(An-Nur: 12)</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Dalam Al-Qur`anul Karim, Allah Subhanahu wa Ta’ala mencela orang-orang Badui yang takut berperang ketika mereka diajak untuk keluar bersama pasukan mujahidin yang dipimpin oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang-orang Badui ini dihinggapi dengan zhan yang jelek.</span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
</span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">“Orang-orang Badui yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan, ‘Harta dan keluarga kami telah menyibukkan kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami.’ Mereka mengucapkan dengan lidah mereka apa yang tidak ada di dalam hati mereka. Katakanlah, “</span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>Maka siapakah gerangan yang dapat menghalangi-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudaratan bagi kalian atau jika Dia menghendaki manfaat bagi kalian. Bahkan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan. Tetapi kalian menyangka bahwa Rasul dan orang-orang yang beriman sekali-kali tidak akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan setan telah menjadikan kalian memandang baik dalam hati kalian persangkaan tersebut. Dan kalian telah menyangka dengan sangkaan yang buruk, kalian pun menjadi kaum yang binasa.”</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>(Al-Fath: 11-12)</strong></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>Wallahu a’lam bish-shawab</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
Footnote<br />
</span></span><span style="color:#0070c0;"><sup><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>1</strong></span></span></sup></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Lafadz hadits yang dimaksud adalah: </span></span><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;">إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ لِإُمَّتِي مَا حَدَثَتْ بِهِ أَنْفُسَهَا مَا لَـمْ يَتَكَلَّمُوْا أَوْ يَعْمَلُوْا بِهِ</span></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><br />
</span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">“Sesungguhnya Allah memaafkan bagi umatku apa yang terlintas di jiwa mereka selama mereka tidak membicarakan atau melakukannya.” (HR. Bukhari no. 2528 dan Muslim no. 327)</span></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/assunnahgf.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/assunnahgf.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/assunnahgf.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/assunnahgf.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/assunnahgf.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/assunnahgf.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/assunnahgf.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/assunnahgf.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/assunnahgf.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/assunnahgf.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/assunnahgf.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/assunnahgf.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/assunnahgf.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/assunnahgf.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=assunnahgf.wordpress.com&amp;blog=10282412&amp;post=148&amp;subd=assunnahgf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://assunnahgf.wordpress.com/2010/08/14/jauhi-buruk-sangka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afe98e76915646b0bc62eedd1092742c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irwanidrus</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
