ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
“Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap, insya Allah.” [HR. Abu Dawud 2/306, begitu juga imam hadits yang lain. Dan lihat Shahihul Jami’ 4/209]
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِيْ
“Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepadaMu dengan rahmatMu yang meliputi segala sesuatu, supaya memberi ampunan atasku.”
[HR. Ibnu Majah 1/557. Menurut Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Takhrij Al-Adzkar, lihat Syarah Al-Adzkar 4/342.]
2 tanggapan kepada “Do’a Berbuka Puasa (Sesuai Tuntunan Rasulullah)”
ARAFAT
Agustus 17th, 2010 pada 15:20
Berarti yg d ajarkan oleh guru saya smenjak kcil g ada tntunany y….?
As-Sunnah Geofisika
Agustus 19th, 2010 pada 16:17
sebelumnya kami ucapkan jazakallahu khaira atas kunjungan akh arafat ke blog kami.
kami tidak mutlak mengatakan demikian, tapi coba akh arafat tanyakan ke guru anda, apakah do’a yang diajarkan semenjak kecil tersebut ada riwayatnya (hadistnya), kalau memang benar ada, kemudian tanyakan pula bagaimana tingkatan hadistnya (shahi, dha’if (lemah) atau bagaimana?
karena dasar kita beramal adalah apa yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melalui hadist-hadistnya, dan tidak setiap hadist harus diterima (harus dicheck terlebih dahulu) bagaimana tingkatan/kedudukan hadistnya. Wallahu ‘alam